Berharta Rp 423,6 T, Bos Charoen Pokphand Terkaya di Thailand

Entrepreneur - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
10 May 2019 13:37
Berharta Rp 423,6 T, Bos Charoen Pokphand Terkaya di Thailand
Jakarta, CNBC Indonesia - Orang-orang terkaya Thailand tahun ini harus menghadapi kenyataan pahit menurunnya nilai kekayaan mereka setelah melesat tajam di 2018.

Ketidakpastian akibat pemilu di negara itu Maret lalu dan perlambatan ekonomi menjadi sentimen negatif yang melemahkan mata uang baht dan membuat indeks saham terjun bebas sekitar 7% sejak Forbes melakukan penghitungan untuk membuat daftar tersebut.

Daftar orang terkaya Thailand 2019 yang dirilis Forbes, Rabu (8/5/2019) lalu itu mencatat nilai aset bersih seluruh miliuner dalam daftar itu turun sedikit menjadi US$160,5 miliar (Rp 2.303 triliun) dibandingkan US$162,5 miliar tahun lalu.


Sebagian dari orang terkaya Thailand, termasuk empat besarnya, mengalami penurunan nilai kekayaan, dilansir dari Forbes, Jumat.


Empat bersaudara Chearavanont yang memiliki grup bisnis Charoen Pokphand (CP) mempertahankan posisi pertamanya dengan nilai aset bersih US$29,5 miliar (Rp 423,6 triliun). CP adalah salah satu produsen makanan hewan dan ternak terbesar di dunia.

Sang saudara bungsu, Dhanin Chearavanont, adalah chairman CP dan CEO selama 48 tahun sebelum mengundurkan diri pada 2017. Ia saat ini masih memegang jabatan sebagai senior chairman perusahaan.

Berharta Rp 423,6 T, Bos Charoen Pokphand Terkaya di ThailandFoto: Dhanin Chearavanont (Reuters)

Di posisi kedua dengan harta US$21 miliar ada keluarga Chirathivat yang menguasai Central Group, pengembang pusat perbelanjaan terbesar di Thailand. Perusahaan kini dipimpin oleh Tos Chirathivat, cucu dari pendiri grup tersebut.

Raksasa ritel itu meraup lebih dari seperempat dari pendapatannya senilai US$12,4 miliar dari luar negeri, terutama Eropa dan Vietnam.

Berharta Rp 423,6 T, Bos Charoen Pokphand Terkaya di ThailandFoto: Tos Chirathivat (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Pada Januari 2019, Central berinvestasi US$200 juta di unit lokal perusahaan berbagi tumpangan Grab. Perusahaan juga memiliki perusahaan patungan senilai US$560 juta dengan JD.com untuk membuat situs e-commerce JD Central.

Bos minuman energi Red Bull, Chalerm Yoovidhya dan keluarganya, berada di posisi ketiga dengan nilai harta US$19,9 miliar. Perusahaannya telah menjual 6,7 miliar kaleng minuman di 171 negara pada 2018 lalu.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading