Prinsip Ini Bikin Steve Jobs Sukses Membangun Bisnisnya

Entrepreneur - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
11 May 2018 10:47
Prinsip Ini Bikin Steve Jobs Sukses Membangun Bisnisnya
Jakarta, CNBC Indonesia- Produk Apple dikenal memiliki rancangan yang sempurna dan elegan. Di balik kesempurnaan setiap produk itu, ada kegigihan Steve Jobs untuk menerapkan prinsip menyajikan karya yang terbaik untuk pelanggannya. 

Sebelum Steve Jobs menjadi pendiri visioner Apple, ia adalah seorang anak sekolah biasa yang tumbuh di California. Jobs dibesarkan oleh orang tua angkatnya yakni Paul dan Clara Jobs.




Sang ayah angkat, Paul, merupakan seorang mekanik dan dia memiliki pengaruh besar terhadap filosofi Jobs seputar desain, dan keinginannya untuk menyajikan karya sempurna yang tiada habisnya. Inilah yang kemudian sangat berkontribusi terhadap karier dan kesuksesannya dengan Apple.


"Paul Jobs adalah seorang yang pintar di dunia dan dia merupakan montir yang hebat, dan dia mengajari putranya Steve bagaimana membuat hal-hal hebat," ujar  Walter Isaacson selaku penulis Steve Jobs kepada CBS "60 Minutes" pada tahun 2011 seperti yang dilansir dari CNBC Make It, Jumat (11/5/2018).


Isaacson menjelaskan bahwa ada satu pelajaran dari Paul yang sangat berpengaruh. Saat Jobs tumbuh besar, dia pernah membantu ayahnya untuk membangun pagar di sekitar rumah keluarga mereka di kawasan Mountain View. 

Ketika mulai melakukan hal itu, Paul berbagi nasihat dengan Jobs dan mengatakan bahwa dirinya harus menyempurnakan bagian belakang pagar meskipun itu tidak terlihat oleh siapapun. 

"Anda harus membuat bagian belakang pagar, yang tidak akan dilihat siapa pun, sama baiknya dengan bagian depan pagar. Meskipun tidak ada yang akan melihatnya, Anda akan tahu, dan itu akan menunjukkan bahwa Anda berdedikasi untuk membuat sesuatu yang sempurna," kata Paul.

Ajaran Paul melekat dengan Jobs

Sementara ketika mengendalikan Apple, Jobs bersikeras bahwa setiap elemen komputer Macintosh harus menjadi cantik, hingga bagian papan sirkuit di dalamnya. Jobs kini lebih idealis dalam melihat segala hal dalam melakukan pekerjaan.

"Lihatlah chip memori. Itu jelek. Garis-garisnya terlalu berdekatan," kata Jobs tentang sirkuit dalam biografi Isaacson.

Ketika komputer itu akhirnya disempurnakan, Jobs memiliki nama para insinyur yang terukir di dalam masing-masing software. 

"Seniman sejati menandatangani karya mereka. Tidak seorang pun akan melihat mereka, tetapi para anggota tim tahu bahwa tanda tangan mereka ada di dalam, sama seperti mereka tahu bahwa papan sirkuit diletakkan se-elegan mungkin," tulis Isaacson.

Setelah meninggalkan Apple pada 1985, Jobs mendirikan perusahaan komputasi personal lain bernama NeXT, yang kemudian dijual kembali ke Apple. Di sana, sang visioner memiliki standar yang sama.

Meski begitu, Jobs selalu memastikan bahwa sekrup di dalam mesin memiliki pelapisan yang mahal. Bahkan Jobs bersikeras bahwa lapisan hitam matte harus dilapisi ke bagian dalam kotak kubus, meskipun hanya tukang reparasi yang melihatnya.

Berbicara pekerjaan, filosofi Jobs tak melulu tentang mengesankan orang lain tetapi bagaimana menahan diri untuk bertanggung jawab atas kualitas pekerjaannya. 

Jobs memberi tahu Isaacson bahwa ayahnya, Paul, adalah contoh dari praktik itu yang senang melakukan hal yang benar.


"Ketika Anda seorang tukang kayu membuat laci yang indah, Anda tidak akan menggunakan sepotong kayu lapis di belakang, meskipun itu menghadap ke dinding dan tidak ada yang akan melihatnya. Anda akan tahu itu ada di sana, jadi Anda akan menggunakan sepotong kayu yang indah di bagian belakang. Agar Anda dapat tidur nyenyak di malam hari, estetika, kualitas, harus dilakukan sepanjang jalan," kata Jobs.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading