Roket Elon Musk Tabrak Bulan, Buktinya Masih Dicari

Redaksi,  CNBC Indonesia
06 August 2026 11:00
Ilustrasi Bulan
Foto: Ilustrasi Bulan
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagian sisa roket milik SpaceX yang sudah lama melayang di angkasa diperkirakan telah menabrak permukaan Bulan pada Rabu (5/8/2026). Namun hingga kini, bukti visual berupa foto kawah benturan masih dinanti para ilmuwan, dikutip dari laporan IFLScience dan berbagai lembaga pengamat antariksa.

Benda yang menghantam itu adalah tahap pendorong atas (booster) roket Falcon 9 seberat sekitar 4.000 kilogram dan panjang 13,8 meter. Roket ini diluncurkan pada Januari 2025 untuk membawa wahana pendarat Bulan milik perusahaan swasta.

Mengapa Tidak Terbakar dan Jatuh ke Bumi?

Biasanya setelah meluncurkan muatan, sisa roket akan diarahkan agar jatuh dan terbakar habis saat menembus atmosfer Bumi. Namun kali ini, jalur penerbangan berubah tak terduga saat kehabisan bahan bakar. Sisa roket itu justru terjebak dalam tarikan gravitasi Bulan, lalu perlahan bergerak menjauh dari Bumi dan menuju permukaan Bulan selama berbulan-bulan.

Perkiraan benturan terjadi pukul 06.35 waktu universal atau sekitar pukul 13.35 WIB, di wilayah dekat Kawah Einstein di sisi barat Bulan. Kecepatan saat menghantam mencapai 8.700 kilometer per jam, jauh lebih cepat dari peluru senapan runduk. Benturan ini diperkirakan membentuk kawah baru selebar 20 hingga 30 meter dan sedalam 5 meter, serta melontarkan lebih dari satu juta kilogram debu Bulan ke udara.

Belum Ada Foto Tabrakan

Hingga saat ini belum ada foto yang menangkap momen benturan secara langsung. Wahana yang mengelilingi Bulan tidak berada pada posisi yang tepat untuk merekam kejadian tersebut, dan kilatan cahaya yang muncul pun sangat redup sehingga sulit dideteksi dari Bumi.

Namun, Teleskop Sangat Besar milik Observatorium Eropa Selatan di Chili berhasil menangkap jejak gas natrium dan litium yang muncul setelah benturan, yang bertahan hingga sepuluh menit. Ini menjadi tanda terkuat bahwa tabrakan itu benar-benar terjadi.

Saat ini, Wahana Pengorbit Pengenalan Bulan milik NASA sedang diposisikan untuk memotret lokasi kejadian guna membandingkan kondisi sebelum dan sesudah peristiwa. Foto kawah baru itulah yang nantinya akan menjadi bukti resmi lengkap peristiwa ini.

Peristiwa Langka dan Peringatan Baru

Ini baru kali kedua dalam sejarah bahwa puing buatan manusia tak sengaja menabrak Bulan. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 2022 saat bagian roket milik China menghantam sisi jauh Bulan.

Para ilmuwan menyebut kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan makin banyaknya sampah antariksa yang melayang akibat meningkatnya aktivitas peluncuran ke luar angkasa.

Meskipun tidak membahayakan Bumi, hal ini memicu diskusi tentang perlunya aturan yang lebih ketat dalam mengelola sisa wahana antariksa agar tidak merusak kondisi asli Bulan atau mengganggu misi penjelajahan mendatang.

[Gambas:Instagram]

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Roket Elon Musk Akan Menabrak Bulan Kamis Pagi


Most Popular
Features