Roket Elon Musk Mau Tabrak Bulan, Dahsyatnya Terlihat dari Bumi

Redaksi,  CNBC Indonesia
23 July 2026 18:30
Roket SpaceX Falcon 9, dengan empat awak di atas pesawat ruang angkasa Crew Dragon, lepas landas dalam misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dari landasan 39A di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, Jumat, 14 Maret 2025. (REUTERS/Ste
Foto: REUTERS/Steve Nesius

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah sisa roket milik SpaceX yang sudah melenceng dari jalur sejak lama diprediksi akan menabrak permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026 mendatang. Kejadian ini menjadi sorotan dunia sekaligus menyoroti masalah sampah antariksa yang makin menumpuk orbit.

Benda tersebut adalah tahap atas roket Falcon 9 yang diluncurkan pada Januari 2025 silam untuk mengantar dua pendarat ke Bulan. Setelah tugasnya selesai, bagian ini seharusnya terbakar saat memasuki atmosfer Bumi, namun justru terjebak dalam orbit yang tidak stabil dan kini bergerak menabrak Bulan.

Prediksi jalur tabrakan pertama kali dikemukakan oleh ahli dinamika benda langit independen Bill Gray, yang kemudian dikonfirmasi oleh para astronom lainnya.

Gray memprediksi roket Elon Musk akan menabrak wilayah di dekat Kawah Einstein, pada 5 Agustus 2026, pukul 06.35 WIB. Tabrakan roket sepanjang 12 meter dengan massa mencapai 4 ton ini bisa diamati karena terjadi di bagian Bulan yang menghadap Bumi.

Tabrakan dengan Bulan diperkirakan terjadi dengan kecepatan 8.700 km per jam dan bakal membentuk kawah baru di Bulan yang lebarnya 20-30 meter.

Para ahli menegaskan kejadian ini tidak akan membahayakan Bumi atau aktivitas manusia. Justru, para astronom berencana memantau peristiwa ini karena bisa menjadi kesempatan langka untuk mempelajari dampak benturan buatan terhadap permukaan Bulan secara langsung.

Di sisi lain, insiden ini kembali membuka diskusi tentang bagaimana pengelolaan sisa peralatan antariksa pasca-misi harus diperketat, mengingat makin banyaknya benda buatan manusia yang tertinggal di luar angkasa.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Google Sewa Pusat Data SpaceX, Bayar Rp16 Triliun Per Bulan


Most Popular
Features