Roket China Pesaing Falcon 9 Gagal Meluncur, Penyebabnya Dirahasiakan

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
07 April 2026 19:25
Sebuah rekaman saksi mata menunjukkan roket luar angkasa Tianlong-3 milik China tak sengaja lepas landas dan akhirnya jatuh. Dilaporkan peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (30/6/2024) di Kota Gongyi, Provinsi Henan. (Tangkapan Layar Video Reuters/)
Foto: Sebuah rekaman saksi mata menunjukkan roket luar angkasa Tianlong-3 milik China tak sengaja lepas landas dan akhirnya jatuh. Dilaporkan peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (30/6/2024) di Kota Gongyi, Provinsi Henan. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penerbangan perdana roket Tianlong-3 milik Space Pioneer dilaporkan gagal total. Ini menjadi pukulan bagi ambisi Beijing untuk menyaingi SpaceX milik Elon Musk.

Perusahaan berbasis Beijing tersebut mengonfirmasi kegagalan melalui pernyataan singkat di akun WeChat resmi, demikian dikutip dari Reuters, Selasa (7/4/2026). Namun, mereka tidak mengungkap detail teknis penyebab kegagalan roket reusable yang digadang-gadang menjadi andalan baru China itu.

Kegagalan ini menjadi sorotan karena Tianlong-3 dirancang mirip Falcon 9, roket reusable milik SpaceX yang telah terbukti melalui ratusan peluncuran.

Teknologi roket yang dapat diluncurkan, dipulihkan, dan digunakan kembali dianggap krusial untuk menekan biaya peluncuran satelit secara drastis. Space Pioneer sebelumnya mengklaim Tianlong-3 mampu membawa hingga 36 satelit dalam satu peluncuran.

Kapasitas tersebut ditujukan untuk mendukung ambisi China membangun konstelasi ribuan satelit dan mengurangi dominasi SpaceX di orbit rendah Bumi.

Ambisi itu juga didukung dengan pendanaan besar. Enam bulan lalu, perusahaan berhasil menghimpun hampir 2,5 miliar yuan atau sekitar US$363 juta. Dana tersebut difokuskan untuk mempercepat pengembangan roket reusable generasi baru.

Namun, misi gagal ini bukan yang pertama. Pada 2024, tahap pertama roket Tianlong-3 sempat terlepas dari landasan saat uji coba akibat kegagalan struktur. Roket tersebut jatuh di area perbukitan di Kota Gongyi, China tengah.

Insiden berulang tersebut menegaskan jurang teknologi antara China dan Amerika Serikat dalam pengembangan roket reusable. Sampai saat ini, belum ada perusahaan China yang berhasil memulihkan dan menggunakan kembali tahap utama roket secara operasional.

Beberapa pemain lain seperti LandSpace memang menunjukkan kemajuan. Perusahaan tersebut bahkan menargetkan peluncuran kedua roket reusable Zhuque-3 pada paruh pertama tahun ini.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Lubang Besar Muncul di Bulan Akibat Ulah China


Most Popular
Features