Virus Kraken Mudah Menular, WHO: Awas Gelombang Baru Covid

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
09 January 2023 18:42
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus) Foto: Logo World Health Organization (WHO) (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemunculan varian baru virus Covid XBB 1.5 yang diberi nama Kraken membuat WHO cemas. Virus ini disebut menular sangat cepat hingga berpotensi menimbulkan gelombang Covid baru di seluruh dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan soal varian XBB 1.5. Varian tersebut disebut paling menular meski tidak membuat sakit parah.

Penyebaran varian XBB 1.5 di Amerika Serikat (AS) sangat cepat. Jumlah kasus varian tersebut telah berlipat ganda selama dua minggu di AS.

"Ini adalah subvarian yang paling menular yang telah terdeteksi," kata pimpinan teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (9/1/2023).

"Alasan untuk ini adalah mutasi yang ada di dalam subvarian omicron yang memungkinkan virus ini menempel pada sel dan bereplikasi dengan mudah".

Dia menjelaskan WHO belum memiliki data mengenai tingkat keparahan XBB 1.5. Namun tidak ada indikasi varian akan membuat orang yang terinfeksi menjadi parah dari Omicron sebelumnya.

Van Kerkhove menambahkan gelombang Covid-19 kemungkinan masih ada. Namun untuk kenaikan kasus kematian tidak ada.

"Kami memperkirakan gelombang infeksi lebih lanjut di seluruh dunia, namun itu tidak harus diterjemahkan menjadi gelombang lebih lanjut karena tindakan pencegahan kami terus berhasil," jelasnya.

Selain lebih menular, para ilmuwan juga mengatakan XBB 1.5 bisa menghindari antibodi baik dari vaksin dan infeksi. Ini dibandingkan dengan varian lainnya yakni XBB dan XBB 1, yang merupakan dua varian bisa menghindari antibodi.

Namun mereka menambahkan varian XBB 1.5 punya mutasi sehingga virus mengikat lebih erat ke sel. Fakta ini membuat XBB 1.5 paling unggul dalam laju penularan.

Di saat XBB.1.5 menyebar dengan cepat di Amerika, China sedang bertarung dengan lonjakan kasus Covid yang membuat pasien di rumah sakit melebihi kapasitas. Di China, subvarian virus yang menyebar cepat adalah BF.7.

Namun, data tentang virus dari China masih sangat sedikit.

"Kami terus meminta agar China memberikan data yang bisa diandalkan dengan rutin tentang tingkat perawatan di rumah sakit dan kematian, serta data sequencing virus yang komprehensif," kata Dirjen WHO Adhanom Ghebreyesus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Rilis Wabah Mematikan, Penyakit X Lebih Seram dari Covid


(dem/dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading