Virus Kraken Sudah Masuk RI, Paling Menular Tembus Antibodi

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
26 January 2023 09:25
Warga menjalani vaksin booster kedua atau dosis keempat di kawasan Walikota Jakarta Timur, Selasa, (24/1/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Warga menjalani vaksin booster kedua atau dosis keempat di kawasan Walikota Jakarta Timur, Selasa, (24/1/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus pertama varian Covid-19 XBB 1.5 telah masuk di Indonesia. Varian yang dikenal sebagai Kraken diidentifikasi pada wargan negara Polandia awal bulan ini.

Berdasarkan penuturan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu, pasien sempat menginap di salah satu hotel di Jakarta. Setelah itu dia menuju ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dia juga sempat dites Covid-19 menggunakan rapid test antigen. Pada 7 Januari, tes tersebut dinyatakan negatif. Namun empat hari kemudian atau 11 Januari saat melakukan tes PCR dinyatakan positif tanpa gejala.

Pasien tersebut akhirnya menjalani isolasi hingga 15 Januari 2023 lalu. Pada 18 Januari 2023, dia telah dinyatakan negatif Covid-19, dikutip dari Detik.com, Kamis (26/1/2023).

Sementara itu, Kraken dilaporkan sangat menular dibandingkan dengan varian Covid-19 yang pernah ada sebelumnya. Namun memang varian tersebut tidak menunjukkan gejala yang berat, bahkan ada yang muncul tanpa gejala.

"Karakteristik dari virus ini adalah mudah, sangat-sangat mudah menular. Jauh lebih mudah dibandingkan dengan varian apa pun yang ada. Tapi gejala atau keluhannya memang ringan saja, bahkan sebagian besar tidak keluhan," jelas Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan Erlina Burhan dalam konferensi pers.

Erlina mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksin Covid-19 booster kedua. Meski tidak 100% mencegah, namun vaksin bisa menekan risiko gejala berat pada pasien.

Pemerintah juga telah membuka kesempatan masyarakat umum untuk mendapatkan dosis keempat sejak Selasa (24/1/2023). Vaksin itu bisa didapatkan secara gratis untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

"Booster ini tujuannya mencegah jangan sampai kalau tertular menjadi berat. Jadi tidak 100 persen bisa dikatakan booster ini bisa mencegah orang tidak jadi sakit. Karena vaksinasi bukan satu-satunya. Jadi tetap protokol kesehatan, meningkatkan sistem imun karena sesungguhnya ini adalah penurunan keseimbangan dan sistem imun dan keganasan virus," kata Erlina.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Virus Kraken Serang AS, Ahli Ungkap Bahaya Covid Varian Baru


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading