Ojol AirAsia Dapat Gaji, Driver Grab-Gojek RI Cerita Bedanya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
09 August 2022 12:20
Driver Ojek online menunggu penumpang di kawasan Stasiun Pal Merah Jakarta, Selasa (10/3). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan kenaikan tarif ojol. kenaikan tarif mulai 16 Maret 2020 berkisar antara Rp 150 hingga Rp 250 per kilometer (km). Kenaikan ini disambut baik oleh driver Gojek, Haryanto 35 tahun saat ditemui di pangkalan gojek Stasiun Pal Merah mengatakan Foto: Ojek Online (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, mengatakan bahwa sistem yang digunakan di Indonesia untuk para driver atau pengemudi ojek online (ojol) adalah mitra.

Sistem mitra ini berdasarkan bagi hasil dari setiap order pembayaran yang diterima oleh driver dari pengorder, baik itu layanan ride-hailing, kiriman barang, kurir service, maupun layanan antar makanan.

Artinya dengan sistem mitra seperti sekarang, pendapatan yang didapat driver naik turun. Apalagi dihantam pandemi seperti saat kemarin ini.


"Pendapatan sangat drop sekali, sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan dari pemberi kerja atau dari perusahaan aplikasinya," jelas Igun kepada CNBC Indonesia.

Menjadi karyawan tetap bagi para driver juga bisa menjadi alternatif baru. Tinggal bagaimana mereka menentukan dan memilih mau bergabung di aplikasi yang menerapkan sistem gaji atau aplikasi yang menerapkan sistem bagi hasil.

Namun menurutnya setiap opsi akan mengandung sebuah konsekuensi yang hanya perusahaan aplikasi sendiri yang menentukan.

"Apabila mereka menerapkan sistem gaji pastinya mereka dibilang tenaga kerja, tenaga kerja formal, karena menerima upah dari pemberi kerja," ungkapnya.

Ibu dari ojek online mengikuti aksi ojek online di Istana Negara, Selasa (27/3). Mereka bekerja untuk menghidupi anaknya.Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Penyataan tersebut ia ungkap berdasarkan kabar terbaru mengenai AirAsia yang menawarkan gaji pokok dan status sebagai karyawan tetap bagi para driver.

AirAsia menawarkan pekerjaan penuh waktu dengan gaji bulanan minimum RM 3.000 atau sekitar Rp 10 juta untuk driver taksi dan ojek online di Malaysia.

Para driver juga akan mendapatkan keuntungan lain. Berupa rekening tabungan Employee Providence Fund (EPF) atau jaminan hari tua dan Social Security Organizations (Sosco) atau jaminan kecelakaan kerja. Mereka juga dapat asuransi kesehatan, cuti tahunan hingga tunjangan perjalanan.

Namun menurut Igun, baik menerapkan gaji atau sebagai mitra, ia berharap kesejahteraan driver menjadi perhatian utama para penyedia layanan.

"Baik yang bergaji maupun tidak bergaji, pihak aplikasi ini memperhatikan jaminan sosial bagi rekan-rekan driver," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Grab-Gojek Punya Pesaing Baru, Bisa Pesan Buat Angkat Jemuran


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading