Setelah PHK Karyawan, Startup Edutech Pahamify Pamit

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
29 June 2022 09:15
Gambar Konten, Ancaman PHK Karyawan di Startup Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Pahamify, startup edutech, mengumumkan pamit melalui akun Instagramnya, setelah beberapa waktu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Berdasarkan unggahan di akun instagram @Pahamify mengatakan pada tanggal 23 Juni 2022 merupakan saat-saat menegangkan untuk Pahamify. Sebagai informasi tanggal tersebut merupakan pengumuman hasil UTBK-SNPTM.

Sebagai platform yang fokus menyediakan layanan belajar untuk UTBK-SBMPTN, Pahamify menjelaskan setelah tanggal tersebut, tugas mereka sudah selesai.

"23 Juni 2022 lalu adalah saat-saat menegangkan untuk Pahamifren, dan juga untuk mipi. Namun, betapa senangnya mipi saat mengetahui Pahamifren kesayangan mipi banyak mendapat kabar bahagia. Walaupun beberapa masih ada yang harus terus berjuang," tulis Pahamify di keterangan unggahan Instagram-nya, dikutip Selasa (28/6/2022).

"Dengan begitu, mipi rasa tugas mipi saat ini sudah selesai. Tidak banyak yang bisa sampaikan lagi selain ucapan terima kasih dan juga maaf atas segala kekurangan mipi untuk Pahamifren hingga tahun 2022 ini."

Adapun, Pahamify menginformasikan untuk yang sudah berlangganan untuk tetap tenang dikarenakan aplikasi Pahmify akan tetap beroperasi sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Semua pengguna akan diinfokan lebih lanjut,ya!" jelas Pahamify.

CNBC Indonesia telah menghubungi Pahamify untuk meminta konfirmasi pernyataan di akun Instagram resmi mereka berarti Pahamify akan menghentikan layanannya secara permanen.

Awal bulan ini Pahamify mengambil keputusan untuk melalukan PHK karyawan.

CEO Pahamify, Syarif Rousyan Fikri, saat itu menjelaskan pihaknya perlu beradaptasi di tengah situasi ekonomi makro terkini, sehingga bisa menghadapi ketinggalan belajar yang mengancam siswa-siswi di Indonesia.

Setelah melakukan evaluasi, pihaknya memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis yang membuat perusahaan harus melakukan PHK.

"Setelah mengevaluasi bisnis kami, kami telah memutuskan untuk mengoptimalkan proses bisnis kami yang mengharuskan kami untuk berpisah dengan beberapa karyawan kami yang luar biasa," ujar Rousyan dalam keterangan tertulis.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ramai-ramai Startup PHK & Tutup, Inikah Penyebabnya?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading