Derita Pegawai Tesla Dipaksa WFO, Tak Ada WiFi dan Meja Kerja

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 June 2022 16:05
Mobil elektrik (Tangkapan layar ig pandusjahrir)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seruan keras Elon Musk untuk karyawan Tesla kembali ke kantor alias work from office (WFO) nyatanya tak mudah dijalankan. Ini karena perusahaan mobil listrik itu tidak siap menyambut kembalinya pegawai ke kantor.

Ini terjadi di fasilitas Tesla's Fremont, California. Karyawan harus menemukan kantornya tidak cukup tempat untuk bekerja.

Elon Musk mendampingi Mentri Koordinator Luhut Binsar Pandjaitan bersama tim Marinvest, Duta Besar Rosan Roeslani dan beberapa teman pengusaha di Gigafactory Tesla yang terbaru (1000 Ha) di Austin, Texas. (Tangkapan layar Linkkedin)Foto: Elon Musk mendampingi Menteri Koordinator Luhut Binsar Pandjaitan bersama tim Marinvest, Duta Besar Rosan Roeslani dan beberapa teman pengusaha di Gigafactory Tesla yang terbaru (1000 Ha) di Austin, Texas. (Tangkapan layar Linkkedin)

Salah satunya terkait lahan parkir. Kepada The Information, karyawan Tesla mengatakan mereka yang menggunakan kendaraan pribadi ke Fremont harus berjuang menemukan tempat parkir. Bahkan beberapa di antaranya memilih memarkir mobilnya di stasiun BART terdekat. Setelah itu diantar ke kantor Tesla.


Selain itu, karyawan Tesla juga harus menghadapi luas kantor yang tidak mencukupi untuk mereka bekerja langsung. Selama pandemi, Tesla memutuskan menggunakan area tertentu dan tidak memperhiungkan tim yang lebih besar.

The Information melaporkan situasi meja yang tidak cukup membuat manajer meminta beberapa karyawan tetap bekerja dari rumah.

Tak sampai disitu, jaringan Wifi di Tesla pun terlalu lemah untuk mereka dapat bekerja, dikutip dari The Verge, Selasa (28/6/2022).

The Information juga menyebutkan jumlah karyawan berlipat ganda sejak 2019, dengan saat ini mencapai 99.210 orang.

Sebelumnya Musk melarang karyawan untuk work from home (WFH) dan kembali bekerja dari kantor. Ini terlihat dalam email-nya yang dikirimkan kepada eksekutif perusahaan dengan subyek "pekerjaan jarak jauh tidak lagi bisa diterima".

Dia menambahkan karyawan harus berada di kantor selama 40 jam per minggu di kantor atau "hengkang dari Tesla". Dalam email tersebut, Musk mengatakan ini harus jadi "kantor utama Tesla" dan bukan sebagai "kantor cabang terpencil".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sederet Ambisi Elon Musk: Dari Tesla, Mars, Kini Twitter


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading