Raja HP RI Berganti Lagi, Bukan Samsung, Xiaomi atau Vivo

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 March 2022 12:05
Banyaknya ruko yang buka dilantai Dasar Blok B9 menjadi tandanya ramai jual beli para pedagang, ketika menelusuri lebih dalam lagi hanya beberapa pembeli saja yang keluar masuk mall Thamrin City, Jakarta Pusat. Diakuinya, sebagai pedagang grosir pakain dewasa, Andri tidak bisa meraup keuntungan yang besar seperti tahun-tahun sebelumnya. “Keuntungan yang kami peroleh paling cuma 5%. Beda dengan keuntungannya dengan tahun sebelumnya deh,” katanya.

Kelesuan penjual pakain jadi ini juga di alami Iwan (40 tahun). Pemilik Toko Nadira, Blok C3 Lantai 3 Thamrin City ini menyatakan omset tokonya mengalami penurunan yang tajam pada tahun ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Oppo berhasil vendor smartphone nomor satu di Indonesia pada 2021. Pada tahun sebelumnya posisi bergengsi ini dipegang oleh Vivo. Kedua merupakan anak perusahaan BBK Electronics.

Berdasarkan laporan dari IDC, tahun 2021 Oppo berhasil mengirimkan 8,5 juta unit ponsel dengan pangsa pasar 20,8%.

Angka tersebut tumbuh secara tahunan 3,5%. Pada 2020, pengiriman Oppo sebanyak 8,2 juta unit dan pangsa pasar 22,3%.


"Oppo juga menjadi penguasa pangsa pasar low-end (smartphone murah) di 2021, dengan pangsa pasar sebesar 28%, lebih besar dibandingkan tahun lalu, yang hanya sebesar 24%," tulis IDC dalam keterangannya diterima CNBC Indonesia, Rabu (23/3/2022).

"Oppo memiliki lebih sedikit smartphone 5G pada portfolionya, dibandingkan pemain-pemain top lain di tahun 2021. Sebagian besar smartphone Oppo yang berada di rentang harga US$ 400 ke atas memiliki kapabilitas 5G, tetapi tidak banyak yang memiliki fitur serupa pada rentang harga dibawahnya".

SmartphoneFoto: Pangsa pasar smartphone di Indonesia pada 2021(Doc. IDC Indonesia)

Sementara itu di posisi dua ada Xiaomi, dengan pengiriman tahun lalu mencapai 8,1 juta unit dan pangsa pasar 19,8%. Diantara lima besar perusahaan teratas, Xiaomi mencatatkan diri dengan pertumbuhan terbesar secara year-on-year sebanyak 34,2%.

Menurut IDC, catatan positif itu terjadi karena penjualan offline perusahaan masih terus berlanjut. Selain juga ada tambahan peningkatan pengiriman pada sub-brand Poco.

"Seri Redmi 9 menjadi kontributor terbesar dari pengiriman tahunan Xiaomi. Ditambah lagi, Xiaomi sukses mengembangkan portofolio mid-range mereka (US$ 200 < US$ 400) secara signifikan dengan bantuan Redmi Note 10 dan seri X3 dari POCO," kata IDC.

Berikutnya ada Vivo yang mengirimkan 7,4 juta unit dan pangsa pasar 18,1% pada Q4-2021. Sayangnya ini menurun dari tahun lalu 9,3 juta unit atau pertumbuhan -20,2%.

Menurut IDC perusahaan ini berhasil berada di posisi ketiga dengan dorongan utama dari Vivo Y12s dan Vivo Y20. Vivo dapat mempertahankan kekuatan di segmen low-end, namun menurun pada segmen harga lebih tinggi.

Samsung berada di urutan keempat dengan 7,2 juta unit dan pangsa pasar 17,6%. Pertumbuhan tahunan perusahaan Korea Selatan itu 19,5%.

Di urutan kelima ada Realme dengan 5%. Serupa dengan Vivo, perusahaan ini juga mengalami penurunan jumlah pengiriman sebanyak 5,2 jua unit, dan tercatat pertumbuhan -3,3%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penguasa Berganti, Bukan Vivo atau Samsung Raja Smartphone RI


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading