AS Hukum e-Commerce Alibaba & WeChat Tencent, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 February 2022 14:40
FILE PHOTO: A Tencent sign is seen during the China Digital Entertainment Expo and Conference (ChinaJoy) in Shanghai, China August 3, 2018. REUTERS/Aly Song/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi bagi perusahaan China. Kali ini Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) mengumumkan dua raksasa e-commerce Tencent dan Alibaba Group masuk dalam daftar 'Notorious Market'.

Perusahaan yang masuk daftar itu dituding terlibat atau memfasilitasi pemalsuan merek dagang atau pembajakan hak cipta yang substansial.

Kedua perusahaan juga telah buka suara terkait kabar ini. Alibaba mengatakan akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah mengatasi kekhawatiran terkait perlindungan hak kekayaan intelektual di seluruh platformnya.


Serupa dengan Alibaba, Tencent menyatakan komitmennya untuk bekerja sama menyelesaikan masalah ini. Namun perusahaan menegaskan tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Tencent juga menambahkan perusahaan secara aktif melakukan pemantauan, menghalangi dan menindak pelanggaran yang ada di seluruh platformnya. Termasuk juga berinvestasi pada sumber daya untuk perlindungan hak kekayaan intelektual.

Di dalam daftar ada juga 42 pasar online dan 35 pasar fisik. USTR mengatakan daftar juga memasukkan dua platform besar asal China, AliExpress serta WeChat.

"Ini termasuk mengidentifikasi untuk pertama kalinya AliExpress dan ekosistem e-commerce WeChat, dua pasar online signifikan yang berbasis di China yang dilaporkan memfasilitasi pemalsuan merek dagang yang substansial," jelas kantor USTR dikutip dari Reuters, Jumat (18/2/2022).

Perusahaan lain yang masuk dalam daftar adalah Baidu Wangpan, DHGate, Pinduoduo, dan Taobao. Selain itu ada sembilan pasar fisik yang berlokasi di China 'dikenal dengan pembuatan, distribusi, dan penjualan barang palsu', ungkap USTR.

Sejumlah lembaga dari berbagai industri termasuk American Apparel and Footwear Association (AAFA) dan Motion Picture Association menyambut baik kebijakan tersebut.

AS dan China punya hubungan yang cukup tegang terkait perdagangan selama bertahun-tahun. Yakni terkait masalah seperti tarif, teknologi, dan kekayaan intelektual.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Viral! Perlawanan Karyawan China Atas Jam Kerja 996


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading