Ancaman Omicron Nyata, Menkes Ungkap Nasib Sekolah Tatap Muka

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 January 2022 19:56
Sejumlah siswa-siswi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (3/1/2022). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di seluruh sekolah mulai hari Senin (3/1). Relaksasi kebijakan ini sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta. Kepala bidang kesiswaan SD 01 Muhamad Nasir mengatakan, kebijakan tersebut merefleksikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan pada 21 Desember 2021. SKB dengan Nomor Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 berisi tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Meski dibuka 100 persen, Sekolah mewajibkan semua warga sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terlebih lagi bagi mereka yang belum divaksinasi. Kebijakan PTM juga disambut baik bagi orang tua murid, Yulia salah satu orang tua murid kelas 2 mengatakan senang setelah dibuat PTM 100%.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang telah berjalan 100% di Jakarta terjadi di tengah kasus Covid-19 yang meningkat akibat Omicron. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan soal aturan kegiatan PTM.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, dia mengatakan aktivitas pembelajaran di sekolah bergantung pada level sebuah daerah. Jika wilayah berada di level 3 hanya diperbolehkan 50% saja untuk kegiatan tersebut.

"Ada aturannya PTM, turun level 3 harus 50%, ada level vaksinasi minimum harus dicapai. Risiko lebih tinggi otomatis turun ke 50% bisa 0% kalau sudah level 4," jelas Budi, Selasa (18/1/2022).


Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAi) sempat mengungkapkan kekhawatiran soal PTM. Sebab ada 10 sekolah di Jakarta yang ditutup setelah PTM digelar 100% sejak 3 Januari 2022.

Menurut Komisioner KPAI Retno Listyarti, meski kasus yang muncul bukan varian Omicron namun tidak dapat disepelekan.

"Perlu diingat, bahwa pola penularan dari Covid-19 di antaranya adalah kerumunan dan sulit jaga jarak. PTM 100% dengan kapasitas 100% siswa sangat berpotensi karena bersama-sama berada dalam satu ruangan tertutup selama waktu yang cukup lama (sekitar 3-5 jam). Anak-anak sangat rentan tertular dan menularkan," ujar Retno, pada pekan lalu.

KPAI sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Sebab anak-anak SD belum vaksinasi lengkap dua dosis.

Potensi penularan selesai liburan Natal dan tahun baru jadi pertimbangan, ungkapnya. Atas hal ini dia mengatakan pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi soal kebijakan PTM.

"KPAI mendorong Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh, mempelajari pola kerentanan dan nasal penularan, sehingga dapat diantisipasi penyebarannya," kata Retno.

KPAI memberi saran sebaiknya PTM di ibukota sebanyak 50% lebih dulu. Aktivitas itu bisa dipertahankan hingga kondisi lebih aman untuk pelaksanaan PTM.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Alat Perang' yang Wajib Dibawa Anak Saat Sekolah Tatap Muka


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading