Titah Jokowi: Booster Vaksin Covid-19 Dimulai Januari 2022

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
06 December 2021 17:10
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penyuntikan booster vaksin Covid-19 (dosis ketiga) dimulai pada Januari 2022.

Hal Ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas evaluasi PPKM yang dipimpin oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/12/2021).

"Bapak Presiden juga minta kegiatan booster (vaksin Covid-19) dimulai bulan Januari," ujar Airlangga dalam konferensi pers digital.


Airlangga mengatakan akan segera memfinalkan aturan terkait penyuntikan booster vaksin Covid-19. nantinya booster ini akan dilakukan melalui dua skema. Yakni, penerima bantuan iuran (PBI) BPJ Kesehatan akan digratiskan dan non-PBI berbayar.

"Kami akan finalkan berbasis PBI dan Non PBI, ini akan diatur dengan Permenkes dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini, mengatakan uji klinis akan dilakukan dalam rangka persiapan, selain itu lembaga internasional juga sudah memberikan rekomendasi terkait vaksin yang cocok supaya vaksin lebih efektif menangani varian baru termasuk Covid-19 varian Omicron.

Selain itu Airlangga memberikan update mengenai tingkat vaksinasi nasional, Rata-rata vaksinasi nasional dosis 1 sudah mencapai 68,4% sementara dosis 2 suda 47% dari jumlah populasi Indonesia.

Namun masih ada 9 provinsi yang tingkat vaksinasinya kurang dari 50%.Mulai dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Aceh dan Papua.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading