The Smith Jawab Tantangan Ekosistem Untuk Startup

Tech - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
04 December 2021 15:21
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (Tangkapan layar CNBC TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan generasi muda dan pelaku perusahaan rintisan (startup) harus memiliki komitmen, konsistensi, dan karakter. Ketiga hal itu bisa dimiliki para pelaku usaha rintisan untuk sukses di masa mendatang.

Hal lain yang dibutuhkan bagi perusahaan rintisan, yakni ekosistem yang sesuai kebutuhan mereka.

"Startup perlu diberikan motivasi, inspirasi, dan semangat. Itu salah satu yang menurut saya bisa dilakukan saat ini. Modal pasti diperlukan, tapi modal akan mengejar kita jika kita punya commitment, consistency, dan character (3C). Jadi kalau kita datang berkomitmen, it always start with problem. Bagi para startup, cari apa masalah yang mau kamu pecahkan," kata Sandiaga dalam Startup Outlook 2021 bertema 'Fasilitas Kerja: Tantangan Perkembangan Startup Indonesia', Sabtu (4/12/2021).


Untuk mendukung pelaku usaha rintisan agar memiliki ketiga hal tersebut, dibutuhkan ekosistem usaha yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak muda. Ekosistem yang sehat bisa membuat pelaku usaha rintisan selalu mendapat mitra dan saran konstruktif, hingga akhirnya tak lagi merasa terpuruk apabila mengalami kegagalan.

Sandiaga berkata, pelaku usaha rintisan harus memiliki mentor agar tidak mudah menyerah apabila menghadapi kegagalan. Salah satu tempat penyedia ekosistem bisnis sesuai kebutuhan pelaku startup yang kini sudah terbukti kesuksesannya adalah Silicon Valley di Amerika Serikat.

"Orang kalau lagi down, ada yang menepuk-nepuk, itu sangat berharga. Ekosistem itu membawa energi positif. Jadi dengan mentoring mereka (startup) akan siap, dan kalau gagal di sini berarti harus bangkit kembali dan persiapkan lebih baik dan untuk permodalan. Ekosistemnya harus mendorong agar kalau orang belum berhasil harusnya diberi kesempatan lagi. Inilah kenapa Silicon Valley sangat sukses, karena di sana orang bisa gagal minggu ini, tapi minggu depan bisa bawa proposal baru untuk minta pendanaan," katanya.

Di Indonesia, pelaku usaha rintisan bisa mendapatkan ekosistem sesuai kebutuhan mereka di The Smith yang berada di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten. The Smith adalah tempat yang dibangun PT Triniti Dinamik Tbk. (TRUE) dan memiliki tagline menjadi 'Home of Startups' di Indonesia.

Presiden Komisaris PT Triniti Dinamik Tbk. Heriyanto Tandra berkata, The Smith hadir sebagai upaya perusahaan menjawab kebutuhan pasar yang dalam beberapa tahun terakhir dipenuhi oleh bermacam-macam startup. Triniti melihat perusahaan-perusahaan rintisan yang bermunculan membutuhkan tempat atau ekosistem untuk mendukung perkembangan usaha mereka.

"Dari sana kami melihat ada kebutuhan membuat satu ekosistem di mana startup bisa berkumpul dan berkolaborasi. Tentu kita butuh infrastruktur yang, karena kita boutique developer, maka kita lihat apa yang dibutuhkan startups? Pertama mereka butuh tempat kerja dengan koneksi internet bagus, kemudian coworking space, auditorium, business center, dan ruangan nyaman full AC. Ini konsep yang kami pilih," kata Heriyanto.

Berbagai kebutuhan perusahaan rintisan seperti yang disampaikan Heriyanto hadir di The Smith. Pelaku usaha rintisan bisa mendapat ekosistem konstruktif jika berkantor di sana. Selain itu, Startup juga berkesempatan melakukan rekrutmen tenaga kerja secara mudah bila memanfaatkan fasilitas The Smith, karena gedung ini berada di kawasan yang dipenuhi berbagai universitas ternama.

"Kalau kita lihat dua tahun terakhir tren bekerja sudah berubah. Rumah sudah jadi tempat buat bekerja karena kita zoom bisa darimana saja. Jadi mereka (anak muda dan pelaku startup) harus punya tempat yang comfortable. Kami di The Smith punya apartemen, SOHO, office, dan tempat tinggal comfortable," katanya.

Startup yang berkantor di The Smith bisa memanfaatkan tiga fasilitas utama untuk berkolaborasi, yaitu co-working space, auditorium, dan business center. Heriyanti berkata, sekitar 80% pembeli ruangan di The Smith adalah milenial. Ke depannya, akan ada semakin banyak pelaku usaha rintisan yang siap memindahkan kantornya ke The Smith.

"Kami akan rutin mengadakan acara di talkshow seperti ini. Kami juga sedang menjajaki dengan salah satu podcast terbesar di Indonesia untuk bisa siaran dari sini. Beberapa startup sudah berkantor di sini. Jadi memang The Smith bukan buat siapapun, hanya untuk startup dan mereka yang mau bersinergi di sini," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Strategi Investasi Indogen Dalam Ekosistem Teknologi Digital


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading