Duh! Banyak Pendatang dari Saudi-Malaysia-UEA Positif Covid

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 September 2021 15:05
Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/7/2021). Para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri menjadi salah satu kelompok paling rentan masuk di lingkaran pandemi Covid-19. Para pekerja migran sebelumnya sudah melalui serangkaian prosedur prokol kesehatan serta terkonfirmasi negatif covid-19. Setibanya di Indonesia mereka pun harus mengikuti prosedur yang ada di bagian kedatangan Internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Sebanyak 63 pekerja migran dibawa ke RSD. Wisma Atlet, Kemayoran untuk menjalani karantina selama delapan hari. Setelah itu mereka dapat pulang ke daerah asalnya masing-masing. Para pekerja migran berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Sumut, Lampung dan Bali.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara diidentifikasi masuk ke Indonesia positif Covid-19. Ketiga negara dengan jumlah tertinggi adalah Arab Saudi, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

"Ternyata walaupun di awal khususnya penerbangan lumayan ketat, dari negara asal kita minta ada PCR tes tapi begitu tiba tinggi sekali positivity rate-nya. Paling tinggi Arab Saudi, Malaysia, dan Uni Emirat Arab," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9/2021).

Dia menjelaskan tidak mengetahui apakah tes PCR di tiap negara itu berkualitas atau tidak.


Untuk menindaklanjutinya, pemerintah akan melakukan kerja sama bilateral dengan Kementerian Kesehatan di tiga negara tersebut. Ini dilakukan untuk membatasi laboratorium yang bisa melakukan PCR dan memastikan kualitasnya baik.

"Melakukan kerja sama bilateral dengan kementerian kesehatan ketiga negara ini, untuk membatasi laboratorium apa aja yang boleh kita terima tersertifikasi dengan baik di otoritas lokalnya memastikan kualitas tes PCR bagus," jelas BGS.

Kebijakan yang sama sudah diterapkan oleh Korea Selatan dan China. Jika ada masyarakat yang ingin ke kedua negara itu hanya beberapa laboratorium yang boleh melakukan tes PCR.

Dengan begitu menjaga kualitas tes. Termasuk juga menjaga agar tidak membawa varian baru masuk ke wilayah negara.

"Kalau kita mau datang ke sana, hanya beberapa lab di sana yang boleh bisa melakukan tes PCR untuk menjaga kualitas agar tidak terjadi hal-hal seperti ini, membawa varian baru masuk ke Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia menjelaskan untuk menjaga perbatasan Indonesia menghindari masuknya varian baru Covid-19. Caranya dengan disiplin menerapkan karantina bagi mereka yang baru pulang dari luar negeri.

"Penting menjaga border perbatasan kita internasional. Memperketat entry and exit tes, termasuk mendisiplinkan proses karantina," kata Budi.



[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading