Studi Peru: Vaksin Sinopharm Efektif 50,4% Lawan Covid

Tech - roy, CNBC Indonesia
13 August 2021 16:10
FILE - In this Dec. 25, 2020, file photo, released by Xinhua News Agency, packages of COVID-19 inactivated vaccine products are seen at a production plant of the Beijing Biological Products Institute Co., Ltd, a unit of state-owned Sinopharm in Beijing. China has given conditional approval to a coronavirus vaccine developed by state-owned Sinopharm. The vaccine is the first one approved for general use in China.(Zhang Yuwei/Xinhua via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penelitian di Peru pada tenaga kesehatan menunjukkan efektivitas vaksin Sinopharm hanya 50,4% melawan infeksi Covid-19 dan variannya. Hal ini jadi pertimbangan untuk memberikan vaksin booster atau dosis ketiga.

Studi ini dilakukan pada hampir 400.000 tenaga kesehatan Peru dengan menggunakan data Februari hingga Juni 2021. Peru saat ini sedang menghadapi gelombang kedua infeksi Covid-19 dari varian lambda dan Gamma.

"Kemanjuran untuk mencegah infeksi tidak tinggi dan ini harus menjadi pertimbangan untuk memberikan booster untuk mengoptimalkan perlindungan petugas kesehatan di garis terdepan," ujar peneliti dari Institut Kesehatan Nasional Peru dan dua lembaga penelitian lainnya, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/8/2021).


Dari penelitian tersebut juga terungkap dua dosis vaksin Sinopharm efektif 94% mencegah kematian.

"Hal yang paling mungkin adalah bahwa Anda memang akan membutuhkan dosis ketiga, pertanyaannya adalah kapan saat terbaik dan dengan jenis vaksin apa," Lely Solari, salah satu dari tujuh penulis makalah.

Lely Solari mengatakan meski kemanjuran vaksin Sinopharm rendah, tetapi masih sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di mana kemanjuran vaksin Covid-19 minimal 50%.

Vaksin tersebut telah menunjukkan tingkat kemanjuran 78,1% terhadap kasus COVID-19 yang bergejala dalam uji klinis Fase III, menurut data WHO. Sebuah pengumuman dari kementerian kesehatan Peru mengatakan bulan lalu vaksin itu 98% efektif melawan kematian.

Varian Lambda baru-baru ini menjadi perhatian karena penyebarannya di Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Latin lainnya, meskipun beberapa ahli penyakit menular mengatakan penyebaran varian tersebut mungkin sudah mulai surut.

Varian Lambda lebih tahan terhadap antibodi yang dipicu oleh vaksin daripada versi asli virus yang muncul di Wuhan, berdasarkan hasil studi laboratorium.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading