Tsunami Covid, Dua Pertiga Warga India Punya Antibodi Corona

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 July 2021 18:40
Pelonggaran lockdown di India. (AP/Channi Anand)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam penelitian terbaru terungkap dampak dari lonjakan kasus di India pada April-Mei 2021 lalu. Studi Indian Council of Medical Research (ICMR) menunjukan jika dua pertiga warga India kemungkinan telah terinfeksi Covid-19.

Dalam survei blood serum pada 29 ribu orang di bulan Juni dan Juli menunjukkan 67,6 persen dari mereka yang diuji memiliki antibodi, demikian dikutip dari AFP, Rabu (21/7/2021).

Tsunami Covid-19 di India saat itu menunjukkan lonjakan kasus mencapai 400 ribu kasus serta 4.000 kematian perharinya.


Menurut Kepala ICMR, Balram Bhargava, hasil penelitian ini menunjukkan 'ada secercah harapan'. Namun di sisi lain, dia menegaskan tidak boleh cepat berpuas diri.

"Namun tidak ada ruang untuk berpuas diri. Kami harus menjaga perilaku sesuai dengan Covid-19," ungkapnya.

Hasil ini berbeda pada periode Desember dan Januari lalu. Di mana hanya 25% dari relawan memiliki antibodi Covid-19. Tes itu juga mendeteksi virus corona lain, bukan hanya yang menyebabkan Covid-19.

Namun hasil itu juga menunjukkan ada ratusan juta orang di India tanpa antibodi. Dengan begitu juga lebih rentan terhadap infeksi parah.

Sementara itu untuk vaksinasi, baru 13% orang dewasa dalam penelitian yang telah mendapatkannya secara lengkap.

Secara nasional, India dengan penduduk mencapai 1,3 miliar orang baru melakukan vaksinasi pada 8% orang dewasa. Fakta ini juga membuat kekhawatiran adanya gelombang kasus yang segera terjadi.

Sementara itu, kasus kematian di India tercatat menjadi nomor tiga tertinggi di dunia dengan 418.400 orang. Negara itu berada di bawah Amerika Serikat (609 ribu kematian) dan Brazil (544 ribu kematian).

Namun diperkirakan jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan. Berdasarkan laporan kelompok penelitian AS memperkirakan jumlah sebenarnya bisa 10 kali lebih tinggi, karena tambahan jumlah orang meninggal dibandingkan sebelum krisis.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading