WHO Sebut Covid-19 Bisa Terkendali Tahun Depan, Asal...

Tech - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 July 2021 13:30
WHO

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dunia bisa mengendalikan Covid-19 tahun depan jika beruntung. Hal ini disampaikan kendati saat ini varian Delta masih menyebar di dunia.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan mengatakan hal ini mensyaratkan vaksin bisa didistribusikan ke negara-negara miskin secara merata, mempraktekkan jarak sosial dan mendanai rumah sakit secara memadai.

"Dunia dapat mengendalikan Covid-19 pada tahun depan jika kita benar-benar beruntung," kata para pejabat WHO, dikutip dari Reuters Selasa (20/7/2021).


"Saya ingin mengatakan itu akan berakhir tahun ini, tetapi saya benar-benar tidak berpikir demikian. Jika kita benar-benar beruntung, kita akan mengendalikannya tahun depan," lanjut Ryan.

Dia juga menyebut bahwa negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi bisa mengakhiri pandemi lebih cepat. Namun dua juga mengkritik para pemimpin dunia yang tidak membagikan stok vaksinnya dengan negara-negara miskin.

"Anak-anak seharusnya bertanya kepada pemerintah mereka... jadi mengapa kita tidak berbagi," imbuh dia. "Bagi saya itu adalah masalah besar yang kami miliki saat ini, kami tidak cukup berbagi, kami tidak adil dan kami tahu kami mempelajarinya di sekolah."

Pemimpin teknis Covid WHO Maria Van Kerkhove mengatakan saat ini di dunia masih banyak negara yang masih mengalami peningkatan kasus. "Dalam tujuh hari terakhir, di tingkat global, ada 11,5% kasus dan ada peningkatan 1% kematian," terangnya,

Eropa mengalami peningkatan hampir 21%, Asia Tenggara mengalami peningkatan 16,5%, wilayah Pasifik Barat mengalami peningkatan sekitar 30%, dan wilayah Mediterania Timur mencatat peningkatan kasus sebesar 15%.

Kematian akibat Covid juga meningkat di empat dari enam wilayah WHO dalam tujuh hari terakhir. Pasifik Barat mengalami peningkatan kematian 10%, Asia Tenggara mengalami peningkatan 12%, Mediterania Timur mengalami peningkatan 4%, dan kawasan Afrika masih menderita lonjakan penularan baru-baru ini.

WHO juga menyebut bahwa para ahli telah melihat infeksi Covid yang melewati perlindungan vaksin, kasus-kasus itu hampir selalu ringan.

Varian baru masih dinaggap sebagai penyebab kenaikan kasus akhir-akhir ini. "Varian delta tidak akan menjadi varian terakhir dari kekhawatiran yang Anda dengar kami bicarakan," imbuh dia.

Semakin lama orang-orang di seluruh dunia tidak divaksinasi dan kegiatan sosial berlanjut, malla akan semakin tinggi risiko munculnya varian yang lebih berbahaya. untuk itu WHO mengatakan bahwa perjalanan internasional hanya boleh dilakukan jika benar-benar diperlukan.

"Semua yang Anda lakukan dalam pandemi baik meningkatkan atau menurunkan risiko, tidak ada risiko nol, ini tentang meminimalkan risiko," kata Ryan.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading