Internasional

Vaksin Sputnik Rusia Ampuh 98% Lawan Corona, 90% Varian Delta

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
01 July 2021 12:10
A Russian medical worker prepares a shot of Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Foto: AP/Pavel Golovkin

Jakarta, CNBC IndonesiaVaksin Covid-19 yang dibuat oleh Rusia, Sputnik V, dikabarkan ampuh melawan virus corona dengan efikasi hingga 97,8%. Hal ini didapatkan dari hasil penyuntikkan di Uni Emirat Arab (UEA).

Mengutip Hindustan Times, Russian Direct Investment Fund (RDIF) menyampaikan langsung fakta itu Selasa (29/6/2021). Dalam penyuntikkan di UEA, ada 81 ribu orang yang diberikan vaksin ini.

"Menginokulasi vaksin Rusia membantu dalam menciptakan kekebalan yang tahan lama di antara populasi dan dapat mencabut pembatasan untuk kembali ke kehidupan normal," ujar CEO RDIF Kirill Dmitriev, dikutip Kamis (1/6/2021).

Lebih lanjut, ia menyebut Sputnik V sebagai salah satu vaksin Covid terbaik di dunia. Ia pun mengklaim pujian itu dikonfirmasi pula oleh data dari Bahrain, Hongaria, Meksiko, Serbia, Argentina, San Marino, dan negara-negara lain.

Tak hanya itu, pengembang vaksin Sputnik V, Gamaleya Institute, menyebut bahwa vaksin ini juga ampuh hingga 92% melawan varian Delta. Varian ini pertama kali ditemukan di India dan disebut lebih berbahaya karena cepatnya penularan dan lebih beratnya gejala.

"Angka kemanjuran varian Delta dihitung berdasarkan catatan medis dan digital," ujar Deputi Direktur Gamaleya Institute Denis Logunov.

Sementara itu, Rusia kini mengalami kenaikan kasus corona. Pihak berwenang Rusia menyalahkan varian Delta sebagai penyebab lonjakan.

Mereka mengatakan varian yang awalnya muncul di India ini menyumbang sekitar 90% dari semua kasus baru. Selain itu mereka menyebut keengganan beberapa masyarakat untuk divaksinasi.

Hal ini membuat Presiden Vladimir Putin menyebut bahwa rakyat Rusia harus mengikuti saran para ahli kesehatan untuk vaksinasi meski ia menolak mewajibkan vaksin bagi masyarakat.

"Penting untuk mendengarkan, bukan kepada orang-orang yang hanya sedikit memahami tentang hal ini dan menyebarkan desas-desus, tetapi kepada para spesialis," katanya kepada warga yang masih skeptis soal vaksin.

Rusia pada Rabu pagi melaporkan 669 kematian akibat virus corona selama 24 jam terakhir. Angka ini merupakan rekor jumlah kematian untuk hari kedua berturut-turut setelah pada Selasa hari sebelumnya Negeri Beruang Putih melaporkan 652 kematian.




(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Fintech Lending Soal Tuduhan "Kartel Bunga" - Masa Depan Pindar

Next Article Vaksin Sputnik Kena Black Propaganda AS, Ini Ancaman Rusia

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular