Internasional

Kabar Baik, Vaksin Moderna Efektif Lawan Corona Varian Delta

Tech - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
30 June 2021 06:32
A Palestinian medic displays a vial of the Moderna COVID-19 vaccine, at the health ministry, in the West Bank city of Bethlehem, Wednesday, Feb. 3, 2021. The Palestinian Authority has administered its first known coronavirus vaccinations after receiving several thousands of doses of the Moderna vaccine from Israel. The Pfizer-BioNTech and AstraZeneca vaccines will be provided in the coming weeks through COVAX, a World Health Organization program designed to help poor countries acquire vaccines. (AP Photo/Nasser Nasser)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin corona produksi perusahaan Amerika Serikat (AS) Moderna menunjukkan harapan melawan varian Delta. Vaksin ini disebut efektif memproduksi antibodi terhadap varian yang pertama kali ditemukan di India itu.

Ini terungkap dalam penelitian yang diunggah ke situs boRxiv untuk mendapaatkan peer review. Moderna diuji ke sejumlah varian bukan hanya Delta, tapi juga Kapp, Beta, Eta, A.231 dan A.VOI.V2.


"Vaksin tersebut memicu respons antibodi terhadap semua varian yang diuji," kata Moderna dalam penelitian itu dikutip Reuters, Selasa (29/6/2021).

"Tetapi tetap paling efektif terhadap jenis virus corona asli yang pertama kali ditemukan di China."

Meski menunjukkan kuat melawan varian Delta, efektifitasnya sedikit melemah ketika memproduksi antibodi melawan varian Beta. Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

"Terhadap varian Beta, antibodi penetralisir yang dihasilkan vaksin berkurang enam hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan yang diproduksi melawan strain asli," tulis laporan perusahaan.

"Sementara pengurangan 3,2 hingga 2,1 kali lipat terlihat untuk garis keturunan varian yang pertama kali diidentifikasi di India termasuk Delta dan Kappa."

Sebelumnya, India memberikan izin penggunaan darurat ke vaksin ini. Negeri Bollywood memberi izin impor ke produsen obat Cipla Ltd untuk penggunaan terbatas.

"Data baru ini mendorong dan memperkuat keyakinan kami bahwa vaksin Moderna COVID-19 harus tetap protektif terhadap varian yang baru terdeteksi," kata Chief Executive Moderna St├ęphane Bancel.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading