Vaksin Sinovac & AstraZeneca Ampuh Lawan Mutasi Baru Corona?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 May 2021 15:17
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terkini terkait vaksin COVID-19 dari AstraZeneca. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Program vaksinasi sudah dijalankan di Indonesia dan baru menggunakan dua jenis vaksin yakni Sinovac dan AstraZeneca. Namun ampuhkah keduanya melawan varian baru virus yang beredar saat ini?

Direktur Pencegahan dan Penyakit tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejauh ini WHO mengatakan vaksin masih efektif. Program vaksinasi juga berpacu dengan waktu jadi tidak ada varian aru yang mengalami perubahan dan vaksin menjadi tidak efektif.

"Berpacu dengan waktu untuk memvaksin orang-orang lebih banyak supaya varian baru tadi tidak sempat memiliki perubahan atau tidak jadi efektif pada vaksin yang digunakan," kata dia, dalam program Profit CNBC Indonesia, Jumat (7/6/2021).


Tantangan saat ini dikatakan Siti NAdia adalah soal ketersediaan vaksin. Dengan adanya lonjakan kasus, membuat negara produsen vaksin ingin mengutamakan lebih dulu untuk masyarakatnya sendiri.

Menurutnya telah dilakukan upaya dari Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan pasokan. Yakni produsen vaksin yang sudah dipesan dapat mengirimkannya sesuai dengan yang telah disepakati.

Selain itu juga memastikan vaksin AstraZeneca dari Covax Facility kembali dikirimkan ke Indonesia sesuai jadwal. Sebelumnya, pengiriman vaksin sempat tertunda pada April lalu.

"Tapi sudah datang lagi 6 juta dari Sinovac dan 4,9 juta dari AstraZeneca sudah mulai digunakan," ungkapnya.

Jadi pada bulan Mei ini, stok vaksin dalam negeri sekitar 20-25 juta seperti jumlah di bulan Maret lalu.

Sejauh ini tiga varian baru dari Inggris, Afrika Selatan dan India sudah masuk ke Indonesia. B117 dari Inggris mendapati 13 kasus positif dan empat diantaranya merupakan empat transmisi lokal.

Sementara untuk Afrika Selatan ditemukan satu orang di Denpasar Bali, namun pasien tersebut sudah meninggal. Saat ini pihaknya masih menunggu genome sequence untuk kontaknya.

Sedangkan India terdapat dua kasus, satu merupakan WNA India yang datang pada periode 10-26 April 2021. Satu lagi WNI berada di Jakarta.

"Masih dalam proses penyelidikan epidemiologi. Dikarenakan kita ingin mengetahui ini transmisi lokal atau apakah bukan. Dibawa pelaku perjalanan sebelumnya," kata Siti Nadia.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading