Berantas Hoaks Pandemi Covid-19, Kominfo Lakukan Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 May 2021 10:45
Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam konferensi pers virtual dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (06/07/2020). - (Indra Kusuma) Foto: Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam konferensi pers virtual dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (06/07/2020). - (Indra Kusuma)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melakukan bersih-bersih hoaks terkait pandemi di ruang digital. Salah satunya berkerja sama dengan platform-platform digital global.

"Kami kerja sama dengan platform digital global secara teknis melakukan pembersihan dari hoaks ini," kata Menteri Kominfo, Johnny Plate dalam acara FMB9 'Jaga Keluarga, Tidak Mudik' dalam kanal Youtube FMB9ID_IKP, Rabu (5/5/2021).

Sejauh ini hoaks terkait vaksinasi ditemukan sebanyak 181 jenis hoaks. Seluruh konten tersebut juga telah diberikan label agar tidak dipercaya oleh masyarakat.


Sementara itu jumlah hoaks yang ditemukan seputar pandemi Covid-19 jauh lebih banyak lagi yakni lebih dari 1500 dan tersebar semua platform digital.

"Terkait pandemi nya sendiri lebih dari 1500 dan tersebar di semua platform digital. 3000 lebih sebaran dan ni juga di-take down," ungkapnya.

Selain melakukan take down dan pemblokiran, Johnny juga mengatakan pemerintah akan melakukan literasi yang merupakan kerja kolaboratif bersama sejumlah komponen seperti masyarakat, pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, pengusaha dan komponen media.

Dia mengingatkan untuk tidak menggunakan hoaks termasuk Menyoal Covid-19. Sebab ada potensi pelanggaran aturan serta penegakan hukum jika dunia maya diisi dengan informasi yang keliru.

"Berpotensi melanggar undang-undang dan berpotensi penegakan hukum, tidak bermanfaat. Mari isi itu dengan bermanfaat," jelas Johnny.

Dalam kesempatan yang sama, untuk menyiapkan masyarakat berlebaran di rumah pemerintah juga telah menyiapkan bandwidth yang cukup. Ini juga terkait keputusan pelarangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Dengan begitu masyarakat bisa memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi dan melakukan silahturahmi.

"Pemerintah dengan semua kekuatannya, infrastruktur yang dimiliki ingin memastikan perayaan bukan suci menjaga protokol kesehatan, bisa dilakukan virtual. Merayakan lebaran tetap meriah di keluarga sendiri," kata Johnny.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading