Internasional

Kabar Buruk! Vaksin Pfizer Tak Kuat Lawan Virus Corona Afsel

Tech - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
11 April 2021 09:13
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian menemukan bahwa vaksin Covid-19 buatanĀ Pfizer dan BioNTech tidak mempan terhadap mutasi virus corona varian baru asal Afrika Selatan (Afsel) yakni B1315. Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Tel Aviv dan Clalit (penyedia layanan kesehatan terbesar Israel).

Dalam penelitian yang dilakukan di Israel ini, ditemukan bahwa virus Afsel ini dapat menerobos vaksin Covid-19 produksi kedua perusahaan tersebut sampai batas tertentu. Penelitian ini dilakukan kepada sekitar 400 orang yang positif Covid-19 dan telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dengan kepada 400 orang yang divaksin tetapi tidak positif Covid-19.

Dari hasil penelitian perbandingan tersebut ditemukan bahwa sekitar 1% virus Afsel ada di masyarakat yang terkena Covid-19. Bahkan di antara pasien tersebut, yang telah menerima dua dosis vaksin, tingkat prevalensi varian itu delapan kali lebih tinggi daripada mereka yang tidak divaksinasi - 5,4% berbanding 0,7%.

Hasil ini lah yang membuat para peneliti menyimpulkan bahwa vaksin Pfizer dan BioNTech kurang efektif terhadap varian Afsel. Padahal vaksin ini efektif melawan virus corona asli dan varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

"Kami menemukan tingkat yang lebih tinggi dari varian Afrika Selatan di antara orang yang divaksinasi dengan dosis kedua, dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi. Ini berarti varian Afrika Selatan dapat menembus perlindungan vaksin sampai batas tertentu," kata Adi Stern dari Universitas Tel Aviv yang dikutip dari Reuters, Minggu (11/4/2021).

Namun, para peneliti menekankan bahwa penelitian tersebut hanya dilakukan kepada kepada sedikit orang yang dan tidak bisa dijadikan sebagai patokan. Selain itu, penelitian ini juga tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan keefektifan vaksin secara keseluruhan terhadap varian apa pun.

Mengenai hal tersebut, perusahaan Pfizer dan BioNTech belum memberikan komentar dan pernyataan resmi.


Sebelumnya, kedua perusahaan tersebut mengatakan bahwa vaksin mereka sekitar 91% efektif untuk mencegah Covid-19. Ini berdasarkan data uji coba terbaru yang menyertakan peserta yang diinokulasi hingga enam bulan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading