Jangan Salah, Ini Alasan Muncul Efek Samping Vaksin Covid-19

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
10 April 2021 15:46
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penemuan beberapa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) telah meresahkan warga yang akan disuntik vaksin Covid-19. Beberapa mengungkapkan kekhawatirannya mengenai hal-hal buruk yang akan dialami setelah tubuh mereka dimasukkan vaksin.

Dalam menghadapi hal ini, Ketua Komnas PP KIPI Profesor Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. TropPaed mengungkapkan bahwa hal ini merupakan respons biasa. Menurutnya KIPI adalah bentuk respon tubuh agar nantinya antibodi bisa terbentuk.

"Tubuh memberikan respons dia tergugah membentuk kekebalan," katanya dalam acara #TANYAIDI yang diselenggarakan Tim Advokasi Vaksinasi Covid-19 PB IDI dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dikutip (10/4/2021).


Ia menambahkan bila KIPI akan terjadi dengan menyesuaikan sensitivitas sang penerima vaksin. Ia mengandaikan seperti halnya jika memakan cabai, ada yang makan sedikit saja sudah merasa pedas. Sebaliknya bagi yang suka rasa pedas, cabai jumlah banyak pun tetap bisa menikmati.

Menurutnya, semua vaksin memiliki KIPI dengan gejala yang rendah dan ringan. Dan gejala tersebut bisa hilang dalam satu-dua hari.

Selain itu ia juga menambahkan bahwa efek samping yang terjadi juga belum tentu disebabkan komponen vaksinnya. Bisa jadi ada kesalahan-kesalahan seperti salah suntik atau produk yang rusak.

Lebih lanjut, Prof Hinky mengatakan gejala serupa juga terjadi saat tengah menjalani ujian sekolah yang membuat berulang kali ke toilet. Atau putus cinta yang menyebabkan tidak nafsu makan.

"Kalau anak-anak disuntik bisa jerit terus menangis tapi dibelikan mainan langsung tenang. Buat orang dewasa itu tidak bisa, reaksinya justru bisa berulang setelah divaksin. Bahkan sebelum divaksin saja bisa pucat, sesak, jantung berdebar. Itu terjadi pada 60% orang yang melaporkan ada gejala setelah vaksinasi," katanya.

Terakhir, ia mengingatkan untuk segera melapor bila KIPI tidak hilang dalam satu hingga dua hari atau bahkan bila KIPI makin parah.

"Pesan saya kalau ada keluhan atau kelainan setelah divaksinasi, segera laporkan ke nomor kontak yang ada di kartu vaksinasi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading