Sediakan Vaksin Moderna & Sinopharm, Bio Farma Lakukan Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 March 2021 13:10
Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma, Bambang Heriyanto. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Program vaksinasi mandiri direncanakan menggunakan vaksin Sinopharm dan Moderna. Biofarma saat ini sedang melakukan penjajakan dengan kedua perusahaan penyedia vaksin itu.

Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto mengatakan jika proses negosiasi membutuhkan waktu juga. Selain itu juga melihat jumlah kebutuhan riil pada vaksinasi mandiri tersebut.

"Kita harus lihat dulu berapa kebutuhan riil dari vaksin gotong-royong ini, apakah lima juta atau 10 juta. Sehingga nanti harus sinkron dengan kesiapan dan ketersediaan dari masing-masing manufaktur baik dari Moderna dan Sinopharm," kata Bambang dalam program Profit CNBC Indonesia, Rabu (3/3/2021).


Hingga saat ini dia mengatakan belum mengetahui jumlah kebutuhan riil dari vaksin mandiri itu. Data dari Kadin sendiri mengatakan 7 ribu perusahaan, namun belum sampai ke jumlah kebutuhan vaksin.

Menurutnya perlu kehati-hatian untuk melakukan proses mendatangkan vaksin itu. Proses dilakukan agar kebutuhan vaksin dapat dipenuhi dan mendapatkan kuota optimal.

Hal ini diperlukan, sebab vaksin sekarang dibutuhkan oleh semua negara bukan hanya Indonesia. Seluruh negara berebut untuk dapat menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakatnya.

"Jangan sampai nanti kita sudah melakukan komitmen dengan Sinopharm terkait kebutuhan tersebut, ternyata kebutuhan yang kita siapkan jauh di bawah rencana penyediannya," ujarnya.

Walaupun sampai saat ini rencananya vaksin mandiri akan menggunakan Sinopharm dan Moderna, namun Bambang tak menutup kemungkinan di masa depan akan ada jenis lain yang digunakan.

Hal ini menurutnya tergantung dari jumlah yang dibutuhkan dan juga kesiapan manufaktur Moderna dan Sinopharm untuk menyediakannya.

"Asumsi kebutuhan 10 juta. Dari Moderna ternyata hanya bisa 2 juta, dari Sinopharm 3 juta. Tentu akan masih ada kekurangan, untuk itu kita juga menyiapkan alternatif penyedia yang lain. Itu bisa dari Sputnik V (Rusia) atau bisa dari CanSino kah, yang jelas berbeda dengan yang digunakan dalam program (vaksinasi pemerintah)," jelas Bambang.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading