Sederet Fakta Virus Baru Corona B117 Inggris Masuk Indonesia

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
03 March 2021 07:10
Penampakan virus corona yang diisolasi (Foto: NMDC)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam acara setahun pandemi Covid-19 di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memberi kabar kurang baik. Varian baru virus corona asal Inggris sudah masuk ke Indonesia.

Varian baru virus corona asal Inggris dikenal 70% lebih menular dari varian sebelumnya. Varian ini menjadi biang kerok melonjaknya kasus Covid-19 di Negeri Ratu Elisabeth pada Desember 2020 lalu.

"Tadi malam saya mendapatkan informasi bahwa tepat dalam setahun hari ini kita menemukan mutasi B117 UK mutation di Indonesia. Ini fresh from the oven, baru tadi malam ditemukan dua kasus," kata Dante Saksono Harbuwono, seperti dikutip dari kanal YouTube Kemenristek/BRIN, Rabu (4/3/2021).


Kemenkes menemukan dua kasus varian baru corona Inggris ini setelah melakukan pemeriksaan terhadap 462 sample dengan metode Whole Genome Sequence (WGS). Lima provinsi yang paling banyak diambil sampel adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ini akan membuat tantangan baru kita ke depan untuk lebih mengembangkan proses yang berkaitan riset yang semakin cepat. Model penanganan yang lebih baik dan studi epidemiologis secara analitik. Karena proses mutasi sudah ada di sekitar kita," pungkas Dante.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menggungkapkan kedua kasus varian baru virus corona Inggris terdeteksi masuk Indonesia dari Arab Saudi.

"Tadi malam kita menemukan dua kasus, masuk dari Saudi Arabia dan memilikistrainvirus baru ini," kata Budi dikutip dari CNN Indonesia.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Subandrio mengungkapkan varian baru virus corona Inggris ini sudah ditemukan di Indonesia beberapa pekan lalu.

"Kasusnya sebenarnya kasus impor yang datang di Indonesia, dan datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu. Karena berbagai prosedur baru terdeteksi ada dua kasus," kata Amin

Amin mengatakan pihaknya bersama Kemenristek/BRIN dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan telah bekerjasama sejak tahun lalu untuk menemukan strain baru virus corona yang dinilai dinilai lebih cepat menyebar dan mematikan itu.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading