Vaksinasi Mandiri, RI Mau Pakai Vaksin Moderna & Sinopharm

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
01 March 2021 19:12
Dokter memperagakan proses vaksinasi saat simulasi pemberian vaksin di Puskesmas Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10). Pemerintah Kota Depok akan menggelar simulasi pemberian vaksin corona. Pemberian vaksin idealnya sebanyak 60 persen dari jumlah penduduk Kota Depok. Adapun yang hadir bukanlah warga sungguhan yang hendak divaksin. Hanya perwakilan dari Pemkot Depok saja. Terdapat sejumlah tahapan alur yang akan diterapkan Pemerintah Kota Depok dalam pemberian vaksin. Orang yang masuk dalam kriteria mendapat vaksin akan diundang untuk datang ke puskesmas. Nantinya mereka duduk di ruang tunggu dengan penerapan protokol kesehatan. Mereka kemudian menunggu giliran dipanggil petugas. Setelah itu masuk ke ruangan untuk disuntik vaksin. Orang yang telah divaksin akan diregistrasi petugas guna memantau perkembangannya secara berkala.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bio Farma berencana untuk mendatangkan dua jenis vaksin Covid-19 yang akan dipakai untuk program vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong.

Dua jenis vaksin yang akan didatangkan adalah vaksin Moderna dengan platform m-RNA oleh Bio Farma dan vaksin Sinopharm dengan platform inactivated virus oleh Kimia Farma, anak usaha Bio Farma.

"Saat ini Holding BUMN Farmasi sudah mulai menjajaki dan melakukan pembicaraan supply vaksin Covid-19 khusus untuk program vaksinasi gotong royong yaitu dengan Sinopharm dari Beijing China dengan platform in-activated, dan Moderna dari Amerika dengan platform mRNA," ujar , ujar Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto dalam keterangan resminya, Senin (1/3/2021).


"Pengadaan vaksin dari Sinopharm rencananya akan dilakukan oleh anak perusahaan Holding Farmasi, PT Kimia Farma Tbk sedangkan Moderna, pengadaannya akan dilakukan oleh Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma."

Informasi saja, vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri adalah program penyuntikan vaksin Covid-19 yang dilakukan perusahaan swasta secara mandiri kepada karyawannya. Program ini bersifat gratis dan biayanya dibebankan oleh Perusahaan.

Vaksinasi mandiri diharapkan bisa mempercepat terbentuknya kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia sehingga pandemi Covid-19 bisa segera diakhir dan hidup bisa kembali normal.

Dalam program ini pemerintah melarang penggunaan vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer karena vaksin ini dipakai dalam program vaksinasi pemerintah. Dengan vaksin yang berbeda diharapkan akan mencegah kebocoran vaksin.

Vaksin yang digunakan untuk vaksinasi mandiri juga harus mendapatkan izin penggunaan darurat atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM).


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading