Bitcoin Kembali Bikin Investor Senam Jantung, Ini Buktinya!

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
23 February 2021 18:19
Harga Bitcoin anjlok

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitcoin kembali sukses bikin investor ritel 'senam jantung'. Pasalnya harga cryptocurrency ini sempat anjlok 17% pada perdagangan hari ini (23/2/2021).

Pada perdagangan hari ini harga Bitcoin sempat anjlok ke US$45.000 per koin. Ini karena aksi jual setelah investor gugup dengan valuasi yang naik tinggi, dan pemain besar mengambil untung atau profit taking.

Menurut CoinDesk, Bitcoin mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa mencapai US$58.332 pada 21 Februari 2021. Pada hari ini Harga Bitcoin sempat jatuh ke level US$45.047 per koin.


Itu artinya dalam dua hari saja harga Bitcoin sudah turun US$ 13.385. Artinya investor Bitcoin mengalami kerugian mencapai Rp 185,6 juta (asumsi Rp 14.000/US$) dalam 48 jam terakhir. Setelah kejatuhan harga tersebut, harga Bitcoin kembali bangkit. Pukul 17.34 WIB, Bitcoin dihargai US$48.146 per koin.

"Kejadian ini menunjukkan reli harga [Bitcoin] tidak berkelanjutan dan menyebabkan aksi mundur seperti ini," ujar Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, melansir Reuters, Selasa (23/2/2021).

infografis 10 mata uang digital terpopuler dunia dan kapitalisasi pasar  di atas US$ 1 miliarInfografis: 10 mata uang digital terpopuler dunia dan kapitalisasi pasar di atas US$ 1 miliar (Aristya Rahadian Krisabella)

Cryptocurrency dengan pangsa pasar terbesar kedua, yaitu Ether juga mengikuti langkah Bitcoin, di mana harganya anjlok 30% dari harga tertinggi sepanjang masa yang dicapai minggu lalu. Saat ini harga Ether mencapai US$1.484 per koin.

Tahun ini kenaikan harga Bitcoin didorong oleh pengumuman Tesla Inc yang berinvestasi di Bitcoin sebesar US$1,5 miliar atau setara 7-8% kas dan setara kas perusahaan.

Alasannya produsen mobil listrik milik Elon Musk ini ingin memaksimalkan uang tunai perusahaan. Selain itu, Tesla pun berencana menerima pembayaran pembelian produknya menggunakan Bitcoin bisa diizinkan regulator.

Sebelumnya Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengeluarkan isyarat akan perlunya pengaturan Bitcoin dan sejenisnya dengan lebih ketat dan menyebut Bitcoin tidak efisien dalam melakukan transaksi dan merupakan aset yang sangat spekulatif.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading