Tesla Elon Musk Borong Bitcoin Rp 21 T, Siapa Berikutnya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 February 2021 07:00
A Bitcoin (virtual currency) coin is seen in an illustration picture taken at La Maison du Bitcoin in Paris, France, June 23, 2017. REUTERS/Benoit Tessier/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - JPMorgan memprediksi perusahaan besar lainnya tak mengikuti langkah Tesla memborong Bitcoin. Alasannya, harga Bitcoin sangat berfluktuasi dan bisa merusak laporan keuangan perusahaan.

Pada Selasa (9/2/2021) Tesla mengumumkan membeli US$1,5 miliar atau Rp 21 triliun (asumsi Rp 14.000/US$). Tujuannya untuk investasi dan segera menerima pembayaran dengan Bitcoin. Pembelian ini setara dengan 7,9% dari uang tunai yang dimiliki Tesla pada 2020.

Keputusan perusahaan mobil listrik milik Elon Musk ini telah mendorong harga Bitcoin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa menembus level US$48.000 per koin.


"Masalah utama perusahaan besar meniru langkah Tesla adalah volatilitas Bitcoin," tulis riset JP Morgan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou, melansir Businness Insider, Kamis (11/2/2021).

Para ahli dalam industri cryptocurrency sebagain besar mengharapkan keputusan Tesla memborong Bitcoin mendorong perusahaan besar dan investor ritel baru masuk ke Bitcoin.

Semakin banyak yang masuk Bitcoin membuat semakin luas penerimaan terhadap mata uang digital ini dan tidak menutup kemungkinan Bitcoin diprediksi bisa digunakan sebagai alat pembayaran layaknya uang resmi.

Tetapi JPMorgan yang lebih tradisional mengatakan menambahkan alokasi Bitcoin 1% "akan menyebabkan peningkatan besar dalam volatilitas portofolio secara keseluruhan." Karena volatilitas tahunan Bitcoin 80%, alokasi ukuran ini dapat berarti volatilitas portofolio naik dari 1% menjadi 8%, tulis bank tersebut.

JPMorgan, bagaimanapun, tidak menyangkal dukungan Tesla memberikan dampak besar pada harga Bitcoin.

"Terlepas dari berapa banyak perusahaan yang akhirnya meniru Tesla, tidak ada keraguan bahwa pengumuman tiba-tiba Tesla telah mengubah pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek dengan memperkuat aliran institusional spekulatif melalui Bitcoin futures serta aliran ritel," tulis ahli strategi.

Seberapa berkelanjutan lonjakan harga Bitcoin akan bergantung pada aliran institusional yang "kurang spekulatif" seperti yang ada di Grayscale Bitcoin Trust.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading