Tesla Bukan Lagi Perusahaan Mobil Listrik, Tapi Bitcoin?

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
23 February 2021 14:05
Tesla Model 3s and X's are shown charging in an underground parking lot next to a Tesla store in San Diego,California, U.S., May 30, 2018. REUTERS/Mike Blake Foto: REUTERS/Mike Blake

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham Tesla Inc anjlok 8,55% pada perdagangan Senin (22/2/2021) di bursa saham Amerika Serikat (AS). Ini jadi koreksi harga terbesar sejak 23 September 2020 di mana sahamnya sempat anjlok 10,34% dalam sehari.

Harga saham Tesla turun bersama dengan raksasa teknologi lainnya seperti Apple, Amazon, dan Microsoft yang turun lebih dari 2%.

Turunnya harga saham Tesla ditengarai karena anjloknya harga Bitcoin. Pada Senin, harga Bitcoin anjlok 6% setelah akhir pekan lalu mencatatkan rekor harga tertinggi sepanjang masa sepanjang masa mencapai US$58.000-an per koin.


Pada awal bulan Februari, Tesla memang mengumumkan berinvestasi 1,5 miliar pada Bitcoin. Dana ini setara dengan 7-8% kas dan setara kas perusahaan milik orang terkaya di dunia Elon Musk. Transaksi ini dilakukan pada bulan Januari, tanpa menyebutkan tanggal persisnya.

Alasan investasi adalah agar "lebih banyak fleksibilitas untuk lebih mendiversifikasi dan memaksimalkan pengembalian uang tunai," ungkap Tesla. Perusahaan ini juga berencana untuk menerima pembayaran pembelian mobil listrik dalam Bitcoin.

Berdasarkan perhitungan Daniel Ives, analis dari Wedbush Securities Tesla telah berhasil mencetak keuntungan hingga US$1 miliar atau setara Rp 14 triliun dari Bitcoin.

Tak dijelaskan bagaimana perhitungan ini dilakukan. Namun Jika mengikuti CoinDesk pada 31 Januari harga Bitcoin US$34.793,45 per koin sementara pada 20 Februari harga Bitcoin mencapai US$57.487,03. Artinya ada kenaikan harga Bitcoin 65%. Dengan investasi senilai US$1,5 miliar, maka keuntungan Tesla sudah menyentuh US$975 juta.

"Tesla berada di jalur yang tepat untuk mencetak penghasilan lebih besar dari investasi di Bitcoin ketimbang penjualan mobil listrik di sepanjang 2020," tulis Daniel Ives.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading