Siapa Jawara Vaksinasi Covid-19 Dunia? Yang Pasti Bukan RI!

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
23 February 2021 10:19
Vaksinasi Covid-19 terhadap para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021). Sebanyak 1.500 pedagang disuntik vaksin setiap hari, lokasi vaksinasi ada di dua titik, yakni di lantai 8 dan lantai 12 Blok A Pasar Tanah Abang. Ada 9.000 pedagang yang sudah terdata untuk menerima vaksin. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mengembangkan vaksin Covid-19 mujarab adalah sebuah perlombaan di tengah pandemi, begitu juga dengan menyuntikkannya ke masyarakat umum agar ekonomi yang sekarat bisa pulih kembali.

Jumlah dosis vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke umat manusia di dunia lambat laun semakin banyak. Saat vaksinasi Covid-19 mulai digalakkan, kasus infeksi harian terlihat melandai.

Dalam 14 hari terakhir (6-19 Februari 2021), rata-rata penambahan pasien baru tercatat 387.117 orang per hari. Jauh menurun dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 525.082 orang per hari.


Menurut catatan Our World in Data, total vaksin yang sudah disuntikkan per 19 Februari 2021 mencapai 200.329.782 dosis. Rata-rata tujuh harian vaksinasi berada di 4.755.183 dosis per hari.

Terlalu prematur rasanya jika mengambil kesimpulan bahwa vaksinasi mulai menunjukkan hasil. Toh, realisasi penyuntikan vaksin Covid-19 masih jauh dari target yang dipatok untuk mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity).

Lagipula kecepatan vaksinasi di setiap negara juga berbeda-beda dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari ketersediaan vaksin hingga seberapa agresif pemerintah dalam menggenjot vaksinasi masal. 

Dari 20 negara dengan kasus kumulatif Covid-19 terbanyak di dunia, Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang paling gencar dalam menyuntikkan vaksin Covid-19.

Hingga 21 Februari 2021 total kumulatif vaksin yang telah disuntikkan ke warga AS mencapai 63,09 juta dosis atau setara dengan 1,1x dari total kasus infeksi yang dilaporkan jika satu orang butuh dua kali suntikan. AS menggunakan dua jenis vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan Pfizer/BioNTech. 

Iran menjadi negara yang masuk ke jajaran terbanyak penyumbang kasus Covid-19 global tetapi laju vaksinasinya paling rendah. Sejak program vaksinasi dimulai pada 8 Februari lalu, total vaksin yang sudah disuntikkan baru 10.000 dosis. 

Berbeda dengan AS, Iran mengandalkan vaksin Covid-19 buatan Rusia yakni Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute. 

Sementara itu di Indonesia, jumlah vaksin yang sudah disuntikkan sejak pertengahan Januari sampai akhir pekan lalu mencapai 1,96 juta dosis. Jumlah tersebut setara dengan 0,76x dari total kasus kumulatif Covid-19 yang mencapai 1,29 juta orang jika butuh dua dosis vaksin untuk satu orang.

Tren vaksinasi Covid-19 di dalam negeri cenderung berfluktuasi. Bahkan dalam beberapa hari terakhir jumlah dosis vaksin yang disuntikkan per harinya mengalami penurunan. 

Mempertahankan konsistensi dalam vaksinasi adalah hal yang sangat susah. Apalagi saat ini pemerintah juga harus fokus menangani bencana banjir akibat hujan deras yang melanda berbagai wilayah Tanah Air. 

Vaksinasi Covid-19 secara masal harus terus digeber. Pasalnya jika lajunya stagnan di level sekarang. Ramalan Indonesia butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk mewujudkan herd immunity bisa terjadi. Semoga saja tidak, Amin!

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(twg/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading