Misteri Miringnya Inti Bumi di Bawah RI Akhirnya Terkuak

Tech - Lynda Sari Hasibuan, CNBC Indonesia
16 June 2021 14:38
Peta Seismisitas Indonesia Perioden Bulan Agustus 2019 (twitter @infoBMKG)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan telah menemukan bahwa inti bumi tumbuh miring.

Menurut temuan seismolog di University of California di Berkeley mengatakan bahwa inti besi padat di tengah planet telah tumbuh lebih cepat di bawah Laut Banda di Indonesia.

Hal inilah menyebabkan berkurangnya panas planet di bawah Indonesia.

Pertumbuhan di satu sisi logam cair adalah produk dari kristal besi yang terbentuk saat besi cair mendingin, tetapi sesuatu di inti luar bumi atau mantel di bawah negara Asia selatan mengeluarkan panas pada tingkat yang lebih cepat daripada di sisi yang berlawanan, di bawah Brasil.

Itu artinya, inti Bumi di bawah Indonesia kehilangan panas lebih cepat daripada yang berada di bawah Brasil.

Mengutip Independent, semakin cepat pendinginan, maka semakin cepat kristalisasi besi terjadi dan semakin cepat juga pertumbuhannya.

Perbedaan seperti itu memiliki implikasi signifikan terhadap medan magnet Bumi, dan arus konveksi di inti yang menghasilkan medan. Hal inilah yang melindungi kita dari partikel matahari yang berbahaya.

"Kami memberikan batasan yang agak longgar pada usia inti dalam yakni antara setengah miliar dan 1,5 miliar tahun - yang dapat membantu dalam perdebatan tentang bagaimana medan magnet dihasilkan sebelum keberadaan inti dalam yang solid," kata Barbara Romanowicz, Profesor UC Berkeley dari Sekolah Pascasarjana di Departemen Ilmu Bumi dan Planet dan direktur emeritus Laboratorium Seismologi Berkeley (BSL).

"Kita tahu medan magnet sudah ada tiga miliar tahun yang lalu, jadi proses lain pasti telah mendorong konveksi di inti luar pada waktu itu," tambah ia.

Pertumbuhan asimetris pada inti Bumi bagian dalam itu, bukan berarti ada kecacatan atau berisiko, sehingga menjadikannya tidak seimbang.

Rata-rata, jari-jari inti Bumi bagian dalam tumbuh merata sekitar 1 milimeter setiap tahun. Gravitasi mengoreksi pertumbuhan miring di timur dengan mendorong kristal baru ke arah barat.

Lalu apa penyebab inti Bumi tumbuh miring?

Penulis utama studi Daniel Frost, seismolog di University of California, Berkeley, Amerika Serikat mengatakan bahwa setiap lapisan pada Bumi dikendalikan oleh apa yang ada di atasnya, dan mempengaruhi apa yang ada di bawahnya.

Kendati demikian, pertumbuhan inti yang asimetris memang menjawab misteri yang telah dicari para ilmuwan untuk dipecahkan selama 30 tahun yakni mengapa inti besi yang mengkristal tampak lebih selaras di sepanjang sumbu rotasi Bumi di barat daripada di timur?

Jawabannya, gelombang seismik bergerak lebih cepat ke arah utara-selatan daripada di sepanjang khatulistiwa, karena asimetri kristal besi, dan inilah yang membuat perbedaan pertumbuhan.

"Model paling sederhana tampak agak tidak biasa - bahwa inti bagian dalam asimetris. Sisi barat terlihat berbeda dari sisi timur sampai ke tengah, tidak hanya di bagian atas inti dalam, seperti yang dikatakan beberapa orang. Satu-satunya cara kami dapat menjelaskannya adalah di satu sisi tumbuh lebih cepat dari yang lain," kata Frost.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading