Kapan Vaksin Sinovac Bekerja Optimal Lawan Covid-19?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 February 2021 19:59
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan berusia lanjut saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut untuk lansia. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksinasi Covid-19 memiliki tujuan untuk melawan Covid-19 melalui dua suntikan. Meski sudah disuntikkan vaksin China ini tak langsung optimal lawan virus.

Ketua Komnas Kejadian Pasca Imunisasi, Hindra Irawan mengatakan jika pada vaksinasi pertama belum ada antibodi yang terbentuk. Jadi setelah itu sampai ke vaksinasi kedua menjadi waktu yang paling rawan terpapar.

Namun menurutnya waktu kerjanya adalah dua minggu setelah suntikan kedua diberikan.


"Kemudian imunisasi kedua optimalnya kekebalan yang dibentuk dua minggu paling cepat optimalnya 28 hari ke depan," kata Hindra dalam keterangan pers online, Senin (22/2/2021).

Memang tidak menutup kemungkinan akan terpapar setelah dua dosis diberikan. Namun memang akan terpapar sakit dengan jenis ringan, ungkap Hindra.

Itu sebabnya, dia mengingatkan setelah imunisasi tetap menjalankan protokol kesehatan dan 3M (menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan) serta 3T. Hindra menuturkan jika masih rawan terpapar dengan pergerakan orang saat ini.

"Vaksinasi tidak menjamin 100 persen. Namun upaya tambahan selain yang dilakukan saat ini untuk mengutangi resiko terpapar infeksi," ungkapnya.

Dia mengingatkan untuk jangan sampai lengah walaupun sudah divaksinasi. Harus tetap waspada dan tidak boleh merasa sudah kuat.

Hindra juga menjelaskan sejauh ini untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi adalah 42 per 1 juta, sementara non-serius 5 per 10 ribu. Sampai sekarang telah ada 22 provinsi yang melaporkan kejadian KIPI.

Untuk gejala yang dilaporkan setelah imunisasi diberikan bersifat ringan, seperti mual, kesulitan bernafas, kesemutan, lemas, dan berdebar. Dampak yang dialami juga dapat disembuhkan dalam waktu singkat.

"Tanpa pengobatan menghilang, kadang ada yang perlu observasi sembuh tanpa pengobatan," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading