Harga Bitcoin Cetak Rekor Terus, Waktunya Investasi?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 February 2021 16:44
Bitcoin

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Bitcoin naik tinggi dan berkali-kali cetak rekor harga tertinggi sepanjang masa tahun ini. Pertanyaannya kapan waktu yang tempat untuk berinvestasi di cryptocurrency populer ini?

"Kami yakni, Anda tahu, waktu terbaik untuk berinvestasi di Bitcoin adalah kemarin. Waktu terbaik kedua adalah hari ini," kata Kepala Strategi CoinShares, Meltem Demirors, mengutip CNBC Internasional, Senin (22/2/2021).

Dia mengatakan kendala saat ini adalah masalah timing atau waktu, sementara masalah regulasi sudah ada sejak lama. "Pada titik ini, kami percaya: pertanyaan Bitcoin bukanlah tentang jika, namun kapan," ungkapnya.


Menurut data Coin Metrics, awal tahun 2021 Bitcoin mengalami penurunan namun sejauh ini telah naik lebih dari 90%. Faktor penggeraknya adalah peningkatan adopsi Bitcoin terutama di kalangan perusahaan besar termasuk Tesla dan Bank of New York Mellon.

Terbaru, pada Senin pagi pukul 01:26 ET atau 13:26 WIB nilai Bitcoin menyentuh US$56.335,50 atau Rp798,4 juta per koinnya.

Meski begitu Meltem Demirors mengingatkan investor agar tidak mengalokasi porsi signifikan neracanya pada Bitcoin. "Penelitian kami menemukan dalam 60-40 Portofolio tradisional, alokasi 4% Bitcoin menyeimbangkan reward serta resiko penarikan," ujar dia.

Portofolio untuk saham 60% dan obligasi 40% secara tradisional adalah desain strategi alokasi yang cukup populer. Ini dilakukan untuk menghasilkan pendapatan tetap dan menjaga volatilitas.

Walau banyak yang mendukung, memang tak sedikit juga yang skeptis dengan Bitcoin. Aswath Damodaran dari Universitas New York menyebut Bitcoin bukanlah investasi.

"Jika itu mata uang, itu adalah mata uang terburuk. Seperti permainan spekulatif. Berperilaku seperti saham yang berisiko," kata Aswath.

Tak sampai di sana, dia juga menambahkan jika Bitcoin bukanlah sebuah aset dan mata uang yang gagal setidaknya untuk saat ini. "Kita lihat apakah mereka bisa memperbaikinya karena saya pikir mereka tidak punya insentif untuk melakukannya," jelas Aswath.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading