OJK Buka-bukaan Soal Arah Digital Banking di Indonesia

Tech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 February 2021 13:26
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angka suara mengenai arah pengembangan digital banking ke depan. Digitalisasi akan menjadi kunci utama bank mampu mempertahankan konsumennya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan saat ini transformasi digital perbankan sudah menjadi keharusan. Hal ini karena terjadi perubahan perilaku nasabah yang sudah semakin suka melakukan transaksi melalui smartphone yang didorong oleh Pandemi Covid-19.

"Nasabah tidak mau datang ke bank untuk menarik uang atau buka rekening, itu menjadi suatu yang dikesampingkan. Tren seperti bank melakukan transaksi digital," terang Heru Kristiyana dalam diskusi virtual CNBC Indonesia Banking Outlook 2021 bertajuk "Perbankan Jadi Akselerator Pemulihan Ekonomi", di Jakarta, Kamis (11/2/2021).


Heru Kristiyana menambahkan untuk menyokong pengembangan digital banking OJK membuat peraturan yang membuat inovasi digital tidak terganggu. Bahkan ia berjanji mengeluarkan perizinan lebih mudah untuk digital banking.

"Kita juga menginginkan transaksi digital yang aman. Kita siapkan dari sisi prudential (kehati-hatian), siapkan perangkat aturannya," terang Heru Kristiyana.

Heru optimistis infrastruktur perbankan untuk transformasi digital sebab hampir semua bank sudah mulai mengarah ke digital banking.

"Memang digitalisasi memerlukan teknologi, memerlukan modal. Terus kita dorong menyiapkan teknologi dan menyiapkan modalnya, pemilik kita dorong mengusahakan permodalan dikuatkan," jelas Heru Kristiyana. "

Tidak bisa dipisahkan transaksi digital dengan penguatan modal, ini jadi perhatian OJK terus kita dorong. Bagi bank yang tidak bisa sendirian bisa cari partner, melakukan konsolidasi."


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading