Siasat China Jadi Raja Teknologi Dunia, Awas Banjir Impor!

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
01 February 2021 07:36
Chinese President Xi Jinping pledges an oath to the Constitution after being confirmed president for another term during the fifth plenary session of the National People's Congress (NPC) at the Great Hall of the People in Beijing, China March 17, 2018.  REUTERS/Thomas Peter

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China meluncurkan dukungan baru pada sektor teknologi untuk mengatasi persaingan dengan AS. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengumumkan akan memperluas pasar domestik komponen elektronik menjadi US$327 miliar atau setara Rp 4.578 triliun.

Pengumuman ini mencakup komponen, bahan dan peralatan manufaktur yang digunakan di berbagai bidang seperti smartphone, drone, nirkabel 5G, pabrik yang terhubung, kendaraan listrik, robotika, kereta api berkecepatan tinggi dan kedirgantaraan. China menargetkan meningkatkan pangsa pasar komponen elektronik sekitar 20% dari 2019 hingga 2023.

Secara khusus, pemerintah China ingin meningkatkan output semikonduktor, sensor, magnet, peralatan serat optik, perangkat lunak, dan lainnya. Targetnya mengembangkan 15 pembuat komponen elektronik yang kompetitif secara global dengan penjualan tahunan mencapai 10 miliar yuan atau lebih, seperti dikutip dari Nikkei Asian Review, Senin (1/2/2021).


Guna mencapai target ini China akan mendorong merger pemain besar di setiap bidang untuk menciptakan perusahaan yang lebih besar dan lebih kompetitif. Cara ini akan fokus pada pemberian izin konstruksi dan bantuan keuangan pada pabrik-pabrik utama dan menyediakan pendanaan melalui dana pemerintah daerah. Hal ini juga akan membantu perusahaan memenuhi standar internasional pada berbagai teknologi.

Ketegangan antara China dan AS dalam sektor teknologi terus meningkat beberapa tahun terakhir. Presiden Donald Trump telah menekan pasokan chip China.

Sebagai tanggapan atas itu, Presiden China Xi Jinping memutuskan untuk memelihara rantai pasokan negara dan mendesak perusahaan yang sebelumnya hanya bertindak sekadar merakit komponen menjadi pembuat produk jadi.

Xi Jinping berharap persaingan teknologi akan mereda di bawah pemerintahan Joe Biden dan berupaya meningkatkan produksi chip domestik dan komponen lain yang masih diandalkan China untuk AS.

Rencana baru yang diumumkan pekan lalu itu juga menyerukan untuk meningkatkan kerja sama internasional dan akan mendukung perusahaan besar dari Jepang, AS, Eropa, Korea Selatan, dan tempat lain yang ingin mendirikan pabrik dan fasilitas penelitian di China.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading