Filipina Izinkan Uji Vaksin Sinovac, Duterte Siap Disuntik

Tech - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
20 January 2021 13:45
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Filipina telah memberikan izin kepada perusahaan vaksin asal China Sinovac untuk mengadakan uji klinis untuk vaksin Covid-19. Bahkan dikabarkan Presiden Rodrigo Duterte tertarik untuk diinokulasi dengan vaksin ini.

Melansir Bangkok Post, Rabu (20/1/2021) juru bicara Presiden Harry Roque menyatakan bahwa presiden yang juga mantan walikota Davao itu akan menerima suntikan pertama setelah vaksin itu menerima izin edar secara luas.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Filipina masih menunggu Sinovac mengirimkan dokumen pada uji coba tahap akhir sebelum memproses aplikasi terpisah untuk penggunaan darurat di negara tersebut, kata kepala regulator Eric Domingo dalam wawancara terpisah dengan PTV-4 yang dikelola negara.


Vaksin Sinovac memiliki tingkat kemanjuran yang sangat berbeda di empat lokasi uji klinis, memicu kekhawatiran tentang keefektifannya dalam membendung wabah. Filipina telah mengatakan akan membeli 25 juta dosis vaksin dari Sinovac, mengharapkan pengiriman pertama tiba paling cepat bulan depan.

Filipina akan menandatangani kesepakatan awal dengan Moderna Inc dalam beberapa hari mendatang, dengan vaksin diharapkan mulai tiba pada Mei, CNN Filipina melaporkan, mengutip tsar vaksin Carlito Galvez. Negara itu bertujuan untuk membeli 148 juta dosis untuk menyuntik lebih dari setengah populasi tahun ini.

Di Indonesia, vaksin Sinovac telah disuntikkan ke beberapa pejabat dan para pejuang kesehatan. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin itu. Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyatakan bahwa vaksin Sinovac memiliki tingkat efektivitas hingga 65,3%.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading