Maaf, Herd Immunity Covid-19 Sulit Dicapai Dalam Waktu Dekat!

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
21 December 2020 14:29
System Pharmacy Clinical Manager at Hartford HealthCare Colleen Teevan prepares the Pfizer-BioNTech vaccine for COVID-19 to give to a front line worker outside of Hartford Hospital, Monday, Dec. 14, 2020, in Hartford, Conn. (AP Photo/Jessica Hill)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurang dari 12 bulan sejak pandemi Covid-19 merebak, program vaksinasi telah dilakukan di beberapa negara. Setidaknya sudah ada enam negara yang mengeluarkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech pada Desember ini.

Pfizer dan mitranya dari Jerman BioNTech mengklaim vaksin yang mereka kembangkan punya tingkat keampuhan sebesar 95% dalam melindungi seseorang dari infeksi Covid-19 apabila merujuk pada hasil analisa interim uji klinis tahap III yang dilakukan. 


Melihat efficacy yang tinggi, beberapa negara telah sepakat menggunakannya untuk program vaksinasi darurat mulai dari Inggris, Kanada hingga yang terbaru ada Amerika Serikat (AS). Ke depan kemungkinan besar jumlah negara yang yang akan mengikuti langkah serupa bakal bertambah banyak. Salah satunya adalah Uni Eropa (UE).

Penggunaan darurat vaksin hanya diperuntukkan bagi segelintir orang yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19. Namun ketersediaan pasokan vaksin untuk orang-orang berisiko tinggi pun belum bisa dibilang memadai. 

WHO menyebut saat ini ada 50 juta orang yang bekerja di sektor kesehatan, 650 juta orang lansia (>65 tahun) dan 1,15 miliar orang dewasa berisiko tinggi dengan komorbid secara global. Sehingga secara total ada 1,615 miliar orang di muka bumi yang berisiko dan membutuhkan vaksinasi Covid-19 paling awal. 

Menggunakan asumsi satu orang membutuhkan dua kali suntikan vaksin (2 dosis) dan tingkat pemborosan penggunaannya mencapai 15% maka total dosis vaksin yang dibutuhkan mencapai 4,265 miliar dosis. 

Padahal di tahun depan McKinsey & Company memperkirakan total kapasitas manufaktur vaksin Covid-19 baru menyentuh angka 8,4 miliar dosis. Dengan asumsi penggunaan yang sama 2,15 dosis per orang maka jumlah tersebut hanya mencukupi untuk 3,9 miliar orang saja belum cukup untuk memvaksinasi seluruh orang berisiko.

Kalau ingin pandemi segera berhenti maka herd immunity (imunitas populasi) harus diwujudkan. Konsep imunitas populasi dapat terwujud jika sejumlah populasi manusia divaksinasi agar total populasi bisa terlindungi dari infeksi patogen yang tengah merebak. 

Herd Immunity Sulit Dicapai Kalau Kayak Gini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading