Kuasai 51% Vaksin Corona, Negara Maju Gelontorkan Rp 420 T!

Tech - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
18 November 2020 17:19
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagai barang langka yang dibutuhkan umat manusia untuk kembali hidup normal, vaksin Covid-19 diburu oleh banyak negara terutama negara-negara maju. Aksi perburuan ini dinilai hanya akan menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan lantaran akses vaksin tidak bisa dinikmati secara merata oleh publik global.

Masalah menjadi semakin kompleks ketika para pengembang vaksin yang berlatarbelakang korporasi swasta lebih mengedepankan indikator-indikator keuangan seperti return on investment (ROI) alias fokus mencari keuntungan.

Dari 10 kandidat vaksin yang sudah masuk uji klinis tahap akhir setidaknya ada lima yang diandalkan. Meskipun belum selesai diuji, banyak negara sudah memesan sejumlah besar dosis dari kandidat vaksin-vaksin tersebut.


CNBC International melaporkan setidaknya ada empat kandidat vaksin dari empat pengembang berbeda yang laris manis diborong oleh banyak negara-negara maju.

Paling fantastis adalah kandidat vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford University. Sejumlah negara maju seperti AS, Jepang, Uni Eropa dan Inggris sudah mengamankan kurang lebih 1,1 miliar dosis kandidat vaksin AZD1222 yang sempat dihentikan karena relawannya di Inggris dilaporkan mendapat efek samping merugikan pasca injeksi.

Dari empat pengembang vaksin kenamaan global mulai dari Moderna hingga Johnson & Johnson total dosis vaksin Covid-19 yang sudah dipesan mencapai 3,34 miliar. Apabila satu orang membutuhkan dua kali suntik (dua dosis) maka jumlah tersebut sudah bisa untuk memvaksinasi 1,67 miliar orang.

Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk memvaksinasi seluruh pekerja dan lansia di muka bumi ini jika memang akses dan distribusi vaksin merata. Sayangnya sejumlah dosis vaksin tersebut sudah dikuasai oleh negara kaya.

Harga tiap vaksin yang diproduksi oleh tiap pengembang berbeda-beda mulai dari yang paling murah US$ 3 - US$ 4 per dosis untuk AZD1222 dan paling mahal bisa mencapai US$ 37 per dosis untuk kandidat vaksin mRNA-1273. 

Menggunakan skenario harga tersebut setidaknya ongkos yang sudah dirogoh oleh kebanyakan negara-negara maju tadi dan koleganya untuk mendapatkan vaksin mencapai US$ 29,9 miliar atau setara dengan Rp 420 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.050/US$.

Butuh Hampir Rp 1.000 T untuk Vaksinasi Corona Umat Manusia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading