Sah! Swedia Blokir Teknologi 5G Huawei dan ZTE Corp

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
21 October 2020 16:33
FILE PHOTO: A 5G sign is seen during the Mobile World Congress in Barcelona, Spain February 28, 2018. REUTERS/Yves Herman/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Swedia memutuskan untuk memblokir perangkat telekomunikasi Huawei dan ZTE Corp dalam jaringan 5G. Alasannya, ancaman keamanan negara.

Regulator telekomunikasi Swedia, PTS mengatakan kebijakan ini mengikuti saran dari angkatan bersenjata dan dinas keamanan negara, yang menggambarkan China sebagai "salah satu ancaman terbesar terhadap Swedia", seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/10/2020).

Bulan depan PTS akan melakukan lelang spektrum yang penting untuk jaringan 5G. PTS memberi perusahaan yang ikut serta dalam lelang untuk mengganti semua perangkat Huawei dan ZTE dari infrastruktur dan fungsi inti mereka hingga hingga 1 Januari 2025.


Swedia mengikuti langkah yang diambil oleh Eropa, Inggris, Australia, dan Selandia Baru, yang lebih dulu mengecualikan perusahaan China dalam pembangunan jaringan 5G menyusul tekanan diplomatik dari Amerika Serikat (AS).

Negeri Paman Sam menuduh perangkat Huawei dapat digunakan pemerintah China untuk memata-matai negara lain. Huawei berulang kali membantah tudingan itu dan menolak disebut sebagai risiko keamanan nasional.

"Tidak ada alasan faktual untuk mendukung tuduhan Huawei menimbulkan ancaman keamanan," kata juru bicara Huawei. "Pengecualian Huawei hanya didasarkan pada anggapan yang tidak berdasar dan tidak adil serta tidak dapat diterima."

ZTE tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebagai tanda kemungkinan akan adanya pembalasan, regulator telekomunikasi China mengeluarkan pemberitahuan yang menyerukan pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan telekomunikasi asing di negara tersebut.

Swedia adalah rumah bagi Ericsson, salah satu pemasok peralatan telekomunikasi terkemuka di Eropa dan saingan terbesar Huawei. Ericsson telah memenangkan kontrak dari ketiga operator besar di China untuk memasok peralatan radio jaringan 5G dan dapat berisiko jika pemerintah China memutuskan untuk membalas di sini.

"Bisa jadi beberapa vendor Eropa akan menjual lebih sedikit produk ke China di masa mendatang jika China menjual lebih sedikit di Eropa," kata Kjell Johnsen, operator seluler Tele2.

"Larangan tersebut membuat operator seluler memiliki lebih sedikit pilihan dan risiko memperlambat peluncuran 5G di pasar di mana persaingan berkurang," kata Ben Wood, kepala penelitian di CCS Insight.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading