Internasional

Top Xi Jinping, China Join 'Avengers' Sebar Vaksin Covid-19

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
09 October 2020 12:28
A worker inspects vials of SARS CoV-2 Vaccine for COVID-19 produced by SinoVac at its factory in Beijing on Thursday, Sept. 24, 2020. A Chinese health official said Friday, Sept. 25, 2020, that the country's annual production capacity for coronavirus vaccines will top 1 billion doses next year, following an aggressive government support program for construction of new factories. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC IndonesiaChina telah menandatangani kesepakatan untuk memastikan vaksin Covid-19 bisa didistribuskan ke negara-negara berkembang.

Negeri Presiden Xi Jinping ini bergabung dengan aliansi bersama untuk melindungi warga dunia dari corona. Bukan Avengers tapi Covid-19 Vaccine Global Access (Covax), sebuah inisiatif global yang bertujuan menggandeng produsen untuk memberi akses seadil-adilnya pada vaksin ke seluruh dunia.




"Kami mengambil langkah konkret ini untuk memastikan distribusi yang adil dari vaksin, terutama ke negara berkembang, dan berharap negara yang lebih mampu juga akan bergabung dan mendukung Covax," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying dalam pernyataannya dikutip Reuters, Jumat (9/10/2020).

Ia menegaskan China memiliki kemampuan manufaktur vaksin Covid-19 yang cukup. Ia juga berjanji akan memprioritaskan penyediaan negara berkembang ketika vaksin sudah siap.



China sendiri memiliki empat vaksin eksperimental dalam tahap akhir uji klinis. Dua dikembangkan oleh China National Biotec Group (CNBG) yang didukung negara, dan dua lainnya dari Sinovac Biotech dan CanSino Biologics.

Sebelumnya China sudah menyuntik (inokulasi) ratusan ribu pekerja penting dan kelompok yang dianggap berisiko tinggi dengan vaksin eksperimental tersebut, bahkan ketika uji klinis belum sepenuhnya selesai. Negeri itu mengaku sudah mendapat izin WHO.

China menjadi negara ke 169 yang bergabung dengan aliansi yang dipimpin Badan Kesehatan Dunia (WHO) itu. Covax menargetkan memberikan 2 miliar dosis vaksin hingga akhir tahun 2021.

Sayangnya Rusia dan Amerika Serikat (AS) yang juga produsen vaksin tak bergabung. Presiden AS Donald Trump bahkan sempat menuturkan akan keluar dari WHO.


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading