Internasional

Studi: Vaksin Covid-19 Baru China Aman Uji ke Relawan

Tech - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 October 2020 12:36
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - VaksinĀ virus corona eksperimental dari China yang dikembangkan Institut Biologi Medis, lembaga di bawah Akademi Ilmu Kedokteran China, terbukti aman dalam uji klinis tahap awal.

Hal ini ditegaskan para peneliti, sebagaimana dalam jurnal pracetak medRxiv, sebagaimana ditulis Reuters, Rabu (7/10/2020).




Uji coba tahap awal itu melibatkan 191 peserta sehat, berusia 18 dan 59 tahun. Disebut relawan tak menunjukkan reaksi merugikan.

Reaksi yang paling umum dilaporkan hanyalah nyeri ringan, sedikit kelelahan, gatal, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan. Vaksin juga disebut memicu respons imun.



"Semua data yang diperoleh dalam uji coba ini mendukung keamanan dan imunogenisitas dari vaksin," tulis jurnal itu, seraya menyebut penelitian lanjutan tentang kemanjuran vaksin masih dibutuhkan di masa depan.

Sebelumnya China membuat heboh karena menyuntik ratusan ribu pekerja esensial dan sejumlah kelompok yang dianggap berisiko tinggi terpapar virus corona dengan vaksin lain. Padahal vaksin itu belum selesai uji klinis.

Ini membuat sejumlah kekhawatiran muncul di kalangan ahli. Vaksin itu antara lain milik China National Biotec Group (CNBG), Sinovac Biotech, dan CanSino Biological.

China memiliki setidaknya 4 vaksin eksperimental yang memasuki uji tahap akhir. Beijing sempat berujar mendapat izin darurat WHO.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading