Internasional

Vaksin China Disebut Sukses Uji, Benar Direstui WHO?

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 September 2020 09:20
A box for a COVID-19 immunoglobin treatment is displayed at an exhibit by Chinese pharmaceutical firm Sinopharm at the China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) in Beijing, Saturday, Sept. 5, 2020. With the COVID-19 pandemic largely under control, China's capital on Saturday kicked off one of the first large-scale public events since the start of the coronavirus outbreak, as tens of thousands of attendees were expected to visit displays from nearly 2,000 Chinese and foreign companies showcasing their products and services. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan vaksin virus corona (Covid-19) buatan China disebut media televisi China CGTN telah terbukti berhasil dalam uji klinis. WHO akan memastikan vaksin dapat didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia.*

"WHO bekerja untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin Covid-19 secara global, percaya bahwa ini adalah cara tercepat untuk mengakhiri pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi global. Vaksin China dapat membantu mewujudkan tujuan itu dalam waktu dekat karena beberapa vaksin telah terbukti berhasil dalam uji klinis," kata Swaminathan, dilaporkan televisi China CGTN, dikutip Jumat (25/9/2020).



Kabar baik itu datang setelah virus corona yang berasal dari Wuhan, China mewabah di segala penjuru dunia selama 10 bulan terakhir. Sejak ditemukan pada Desember lalu, sudah ada 32.407.973 orang secara global yang terinfeksi virus tersebut, sebanyak 987.697 orang di antaranya telah meninggal dunia.

China sendiri termasuk dalam negara yang paling terdepan dalam pengembangan vaksinnya. Ada banyak calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan China.


Salah satunya adalah yang dikembangkan oleh Sinovac. Perusahaan bahkan baru-baru ini mengumumkan bahwa vaksin buatan mereka, CoronaVac, akan siap suntikkan dan didistribusikan ke warga dunia pada awal 2021.

Pendistribusian akan termasuk ke Amerika Serikat (AS). Yin Weidong, CEO SinoVac, juga telah berjanji untuk mengajukan permohonan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menjual CoronaVac di AS.

"Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Segera setelah itu pada Juni dan Juli kami menyesuaikan strategi kami, yaitu menghadapi dunia," ujarnya, seperti dikutip dari AP.

Updated :
Ada penggantian judul artikel. Kemudian, artikel juga sudah diperbaharui (di-update) serta dicoba untuk di-follow up team CNBC Indonesia dalam Artikel di Bawah Ini :

BACA : WHO Disebut Restui Vaksin Corona China, Benarkah?



[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading