Manuver Terbaru Huawei 'Kudeta' Google Android dari Ponsel

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
28 September 2020 12:02
In this Oct. 31, 2019, photo, attendees walk past a display for 5G services from Chinese technology firm Huawei at the PT Expo in Beijing. Chinese tech giant Huawei is asking a U.S. federal court to throw out a rule that bars rural phone carriers from using government money to purchase its equipment on security grounds, announced Thursday, Dec. 5, 2019. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei sedang dalam mode bertahan hidup setelah dijatuhi sanksi bertubi-tubi oleh Amerika Serikat (AS). Salah satu caranya bertahan hidup adalah mendorong penggunaan sistem operasi HarmonyOS sebagai pengganti Android.

Rotating Chairman Huawei Guo Ping mengatakan perusahaan sedang berfokus untuk mengembangkan ekosistem Huawei Mobile Service (HMS). Hal ini dilakukan setelah sanksi AS membuat ponsel Huawei tak bisa lagi mendapatkan lisensi Android dari Google.

Guo Ping menambahkan perusahaan akan tetap berinvestasi pada konektivitas, komputasi berkinerja tinggi, teknologi cloud dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence.


"Perusahaan juga akan terus mendukung mitra rantai pasok (supply chain) yang masih bekerja sama dengan Huawei," ujar Guo Ping seperti dikutip dari GizmoChina, Senin (28/9/2020).

Guo Ping menambahkan perusahaan sedang mencari solusi chipset smartphone yang dibutuhkan perusahaan. Sejak 15 September lalu Huawei tak lagi mendapatkan pasokan peralatan membuat chipset setelah AS membuat kebijakan pelarangan penjualan teknologi AS kepada Huawei.

Zhang Ping An, Presiden Layanan Cloud Konsumen Huawei mengatakan perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan vendor China untuk memperluas penggunaan HarmonyOS.

Jika raksasa China tersebut berhasil meyakinkan para pembuat smartphone untuk mengadopsi HarmonyOS, meski hanya untuk pasar China, maka itu bisa menjadi pukulan telak bagi Google Android.


(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading