Trump Ngotot Hydroxychloroquine Obat Corona Walau Disetop WHO

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
29 July 2020 10:56
President Donald Trump arrives for a news conference at the White House, Tuesday, July 21, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih percaya hydroxychloroquine sebagai obat corona, meskipun World Health Organization (WHO) telah menghentikan penggunaan obat ini karena dianggap tak manjur melawan Covid-19.

Pernyataan ini merupakan jawaban atas pertanyaan seorang reporter mengenai tweet Donald Trump yang beredar di media sosial yang menyerukan hydroxychloroquine sebagai "obat untuk Covid-19" dan "Anda tidak perlu masker" untuk memperlambat penyebaran virus corona. Tweet ini kemudian dilabeli sebagai informasi menyesatkan dan telah dihapus.

"Saya tidak membuat klaim itu," kata Trump tentang tweetnya, dan menambahkan hal itu berdasarkan rekomendasi orang lain, termasuk dokter.


"Banyak dokter berpikir [hydroxychloroquine] sangat sukses, hydroxychloroquine ditambah dengan zat zinc dan mungkin azitromisin," katanya. "Banyak dokter berpikir itu sangat bagus, dan beberapa orang tidak."

"Saya kebetulan percaya akan hal itu. Saya akan mengambilnya. Seperti yang Anda tahu, saya memakainya selama 14 hari. Dan seperti yang Anda tahu, saya di sini. Saya kebetulan berpikir itu bekerja pada tahap awal, "ujar Trump seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (29/7/2020).

Selain mengobati malaria, hydroxychloroquine sering digunakan oleh dokter untuk mengobati rheumatoid arthritis dan lupus. Diketahui memiliki efek samping yang serius, termasuk masalah pada otot dan aritmia jantung.

Obat ini awalnya dianggap ampuh sembuhkan vaksin corona dan kemudian dipromosikan secara langsung oleh Donald Trump. Namun beberapa penelitian menunjukkan hydroxychloroquine tak efektif buat lawan corona. WHO pun menyetop pemberian obat ini kepada pasien corona.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading