Internasional

Catat! Hand Sanitizer Ini Resmi Dilarang

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
29 July 2020 08:54
Caitlin Bagenstose makes hand sanitizer at the Eight Oaks Farm Distillery in New Tripoli, Pa., Monday, March 16, 2020. Chad Butters, who founded the distillery, grew increasingly angry as he saw the skyrocketing price of hand sanitizer. So he decided to do something about it: He's temporarily converting his operation into a production line for the suddenly hard-to-find, gooey, alcohol-based disinfectant. (AP Photo/Matt Rourke)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasca munculnya virus corona atau SARS-CoV-2, masyarakat global mengubah gaya hidup mereka dengan rajin menggunakan hand sanitizer, sebagai pengganti sabun bila tidak ada air, untuk membersihkan tangan mereka.

Namun belum lama ini muncul hand sanitizer atau pembersih tangan yang berbahaya karena beracun. Pada Senin (27/7/2020), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memperluas daftar produk pembersih tangan yang berpotensi mematikan.



Banyak perusahaan yang banting setir dengan menjual produk pembersih tangan karena permintaan yang meningkat akibat munculnya virus corona. Namun FDA mengatakan perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan alkohol yang tidak aman dalam produk hand sanitizer mereka.

"Kegagalan produsen untuk segera menarik kembali semua produk yang berpotensi terkena dampak menempatkan konsumen dalam bahaya keracunan metanol," kata FDA dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN Internasional.

FDA juga memperingatkan perusahaan berbasis di Meksiko yang menjual produk pembersih tangan mengandung metanol, yakni jenis alkohol berbahaya yang dapat meracuni orang melalui kulit. Selain itu FDA memperingatkan orang untuk tidak menggunakan produk tersebut.

"Sebuah surat peringatan telah dikeluarkan untuk Eskbiochem S.A. de C.V. karena mendistribusikan produk dengan metanol yang tidak diumumkan, dan klaim yang tidak disetujui, termasuk salah menyatakan persetujuan FDA, serta praktik manufaktur yang tidak tepat," lanjut FDA.




Komisaris FDA Stephen Hahn dalam sebuah pernyataan menuliskan jika mereka mendesak konsumen untuk segera berhenti menggunakan semua pembersih tangan dalam daftar produk hand sanitizer berbahaya. Ia khawatir tentang risiko serius yang timbul dari pembersih tangan berbasis alkohol metanol.

"Memproduksi, mengimpor, dan mendistribusikan pembersih tangan beracun merupakan ancaman serius bagi masyarakat dan tidak akan ditoleransi. FDA akan mengambil tindakan tambahan seperlunya dan akan terus memberikan informasi terbaru tentang masalah ini untuk kesehatan dan keselamatan konsumen," ungkap Hahn.

Awal Juli ini, FDA mengatakan setidaknya empat orang meninggal di New Mexico setelah dilaporkan minum produk hand sanitizer. Alkohol isopropil biasanya digunakan dalam pembersih tangan dan tidak beracun seperti metanol, tetapi FDA juga tidak merekomendasikan orang mengkonsumsi pembersih tangan.

"Paparan metanol dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan permanen pada sistem saraf atau kematian," kata FDA.

"Orang yang menggunakan produk ini di tangan mereka berisiko untuk keracunan metanol. Konsumen yang terpapar hand sanitizer yang mengandung metanol dan sedang mengalami gejala harus mencari perawatan medis segera untuk membersihkan racun metanol," tambahnya.

Sejauh ini, menurut daftar FDA, ada lebih dari 75 produk pembersih tangan yang berbeda merek yang mengandung metanol. Namun tak sedikit dari produk tersebut yang tidak muncul pada label produk.

"Metanol bukanlah bahan yang dapat diterima dalam obat apapun, termasuk pembersih tangan. Yang terpenting, FDA mendesak konsumen untuk tidak menggunakan produk pembersih tangan dari produsen tertentu dalam daftar," tutup FDA.

Kini angka kasus terjangkit virus corona (Covid-19) di dunia sudah mencapai 16.883.789 kasus positif, dengan 662.481 kasus kematian, dan 10.450.932 pasien berhasil sembuh per Rabu (29/7/2020), menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading