Internasional

Vaksin Corona di Depan Mata, Cek Berapa Harganya!

Tech - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
28 July 2020 10:08
Infografis: Hampir 100 Ribu Kasus, Adakah Vaksin Obat Corona?

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengembangan vaksin virus corona (COVID-19) oleh instansi pemerintah maupun swasta di banyak negara, semakin menunjukkan hasil yang menjanjikan. Hal ini pun kemudian memunculkan pertanyaan baru, yaitu berapa harga yang pantas untuk vaksin yang diharapkan dapat mengakhiri pandemi asal Wuhan China itu, jika telah ditemukan kelak.

Namun tampaknya pertanyaan tersebut telah dijawab oleh COVAX Facility, sebuah aliansi yang dirancang untuk memastikan akses global yang adil ke vaksin COVID-19. Menurut laporan Reuters pada Selasa (28/7/2020), yang mengutip beberapa sumber di Uni Eropa, kemungkinan harga tertinggi untuk satu dosis vaksin adalah senilai US$ 40 atau sekitar Rp 560 ribu (kurs RP 14.000/dolar).


Meski demikian, Seth Berkley, kepala eksekutif GAVI, mengatakan fasilitas itu tidak memiliki harga target spesifik dan juga akan berusaha untuk menegosiasikan penetapan harga yang disesuaikan berdasarkan tingkat kekayaan sebuah negara. Dengan kata lain, harga vaksin akan berbeda untuk negara kaya dan negara-negara miskin.

"Ada sejumlah besar angka, dan mereka (sumber Uni Eropa) mengeluarkan angka tertinggi," kata Berkley dalam sebuah wawancara. Dia mengatakan bahwa dalam presentasi kepada para pejabat Uni Eropa, para pejabat COVAX telah memberikan "berbagai harga yang berbeda".

"Dan itu (US$ 40) adalah harga maksimum dalam kisaran untuk negara-negara berpenghasilan tinggi, daripada harga yang ditentukan," katanya kepada Reuters, Senin.

Selain itu, Berkley juga mengatakan bahwa sebagian besar vaksin masih dalam proses pengujian sangat awal sehingga terlalu dini untuk mengetahui berapa harga akhirnya.

"Yang benar adalah tidak ada yang tahu berapa harganya, karena kami tidak tahu vaksin (potensial COVID-19) mana yang akan berfungsi," katanya.

"Anda akan memiliki kisaran harga yang berbeda, tergantung pada yang mana (kandidat vaksin) yang akan berhasil. Terus terang, kemungkinan kita akan memiliki harga yang lebih rendah mengingat volume besar yang kita coba akses di sini."

GAVI merupakan perusahaan yang memimpin aliansi COVAX. Selain GAVI, aliansi itu juga dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi CEPI untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.

COVAX sendiri, selain dirancang untuk menjamin akses yang cepat dan merata secara global atas vaksin COVID-19, juga bertujuan untuk mengamankan pasokan dan memberikan 2 miliar dosis ke seluruh negara yang mendaftar pada akhir 2021. GAVI mengatakan awal bulan ini bahwa lebih dari 75 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan COVAX.


[Gambas:Video CNBC]

(res)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading