Simak, 2 Vaksin Corona Ini Diklaim Siap Digunakan September

Tech - Thea Fatanah Arbar, CNBC Indonesia
29 April 2020 17:08
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua vaksin disebut siap digunakan untuk memerangi virus corona Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Universitas Oxford (Inggris) dan Pfizer dari perusahaan asal Amerika Serikat.

Chief of Serum Institute of India, Adar Poonawalla mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan peneliti Universitas Oxford Inggris dan peneliti AS untuk menghasilkan vaksin corona.

"Ini adalah yang kami harapkan. Kami berharap produksi vaksin dimulai akhir Mei sehingga pada saat uji coba selesai pada bulan September, vaksin juga sudah tersedia untuk India dan dunia, tidak menunggu 6 bulan untuk membuat vaksin," ujar Adar Poonawalla.


Adar Poonawalla juga menanggapi soal pernyataan banyak ilmuwan bahwa vaksin akan ada di pasar minimal 18 bulan hingga 2 tahun. Menurutnya itu adalah pemikiran mereka sebelumnya.


"Kami sendiri mengatakan produksi vaksin akan memakan waktu hingga 2021 dengan Codagenix dan Mitra AS lainnya. Tetapi yang terjadi setelah itu berbeda. Seminggu yang lalu, kami kerja sama dengan Universitas Oxford yang [vaksinnya] telah banyak berkembang dan sudah diujicobakan ke manusia," tambah Adar Poonawalla.

vaksin corona buatan Universitas Oxford sudah sukses diujicobakan ke hewan monyet. Sejak minggu lalu, vaksin ini diujicobakan ke manusia dan menargetkan vaksin akan ditemukan pada September 2020.

Pfizer mengatakan bahwa vaksin virus corona baru dapat diuji paling cepat minggu depan, dengan estimasi dapat mulai digunakan kepada publik pada musim gugur mendatang atau September hingga Desember 2020.

Pfizer bekerja sama dengan perusahaan BioNtech yang berbasis di Jerman untuk menghasilkan vaksin. Uji klinis pada sukarelawan manusia di Jerman dikabarkan sudah dimulai.

"Saat ini adalah krisis, dan solusi sangat dibutuhkan oleh semua," kata Kepala Eksekutif Pfizer, Albert Bourla kepada Wall Street Journal, sebagaimana dikutip oleh New York Post, Selasa (28/4/2020).

Sedangkan regulator kesehatan di AS baru dapat menyetujui pengujian vaksin pada manusia minggu depan, ujar Bourla dalam pemberitaan tersebut itu.

Jika berjalan sesuai dengan rencana, hasil studi dapat disampaikan dalam waktu sebulan. Kemudian, dengan hasil pengujian yang menguntungkan, vaksin mungkin siap untuk didistribusikan pada musim gugur, kata Bourla.

Namun, kemungkinan mengembangkan vaksin yang berhasil cukup tipis, dengan hanya 6 persen dari mereka yang siap setelah serangkaian tes ketat, kata laporan itu, mengutip sebuah studi 2013 yang diterbitkan oleh PLOS ONE.

Secara global, virus corona sudah menjangkit 3.139.471 orang, dengan 218.024 kasus kematian, dan 959.224 berhasil sembuh per Rabu (29/4/2020), menurut data Worldometers.

[Gambas:Video CNBC]




(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading