Doakan Yah! China Sedang Uji Klinis 3 Vaksin Corona

Tech - Arif Budiansyah, CNBC Indonesia
16 April 2020 15:25
FILE - In this Wednesday, March 11, 2020 file photo, a technician prepares COVID-19 coronavirus patient samples for testing at a laboratory in New York's Long Island. Wide scale testing is a critical part of tracking and containing infectious diseases. But the U.S. effort has been plagued by a series of missteps, including accuracy problems with the test kits the CDC sent to other labs and bureaucratic hurdles that slowed the entrance of large, private sector labs. (AP Photo/John Minchillo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China telah menyetujui tiga kandidat vaksin Covid-19 untuk dilakukan uji klinis. Hal ini disampaikan langsung secara resmi pada konferensi pers 14 April.

Wu Yuanbin seorang pejabat Kementerian Sains dan Teknologi China menjelaskan tiga vaksin yang disetujui ialah pertama, vaksin adenovirus yang dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Chen Wei, kedua, seorang akademisi dengan Akademi Teknik China dan ketiga, seorang peneliti di Institut Kedokteran Militer di bawah Akademi Ilmu Militer China.


Vaksin yang dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh seorang ahli epidemiologi militer Tiongkok, Chen Wei telah memasuki uji klinis fase 2. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa ini adalah vaksin COVID-19 pertama di dunia yang telah memasuki fase kedua uji klinis.


Ditemani oleh putrinya, Xiong Zhengxing, seorang pria berusia 84 tahun di Wuhan, ikut serta dalam divaksinasi ini pada 13 April dan terhitung menjadi sukarelawan tertua di fase kedua dari uji klinis.

Dibandingkan dengan fase pertama, fase kedua telah menghapus batas usia untuk mendaftarkan relawan lebih dari 60 tahun.

"Karena lansia merupakan persentase tinggi dari pasien COVID-19 yang sakit parah, vaksin harus membangun pelindung keselamatan untuk mereka," kata Chen, seperti dikutip dari Inquirer.net, (16/4/2020).

Vaksin ini dirancang untuk menggunakan virus lain yang membawa materi gen protein virus corona, sehingga tubuh subjek akan menghasilkan memori imunologis protein tersebut.

"Ketika serangan virus corona yang sebenarnya, tubuh akan mengidentifikasi protein lonjakan dan menghentikan invasi," menurut Chen.

108 sukarelawan yang menyelesaikan fase pertama uji klinis pada 27 Maret telah mengakhiri pengamatan medis terpusat dan hasilnya terpantau dalam kondisi baik.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Vaksin Corona Diujicoba ke Manusia, Perusahaan China Terdepan


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading